Sendiri Melawan Hantu

Guntur tidak percaya kalau rumah kosong di sebelah rumahnya berhantu. Rumah itu sudah tidak utuh lagi. Sebagian atapnya telah runtuh. Catnya mengelupas di sana-sini. Pohon duraian yang berjajar di halaman depan, membuat rumah itu semakin suram.

“Rumah itu dulunya milik orang Belanda. Namanya ibu Deborah. Setelah ibu Deborah meninggal, rumah itu ditunggui oleh Mang Jalil dan anak laki-lakinya, Si Encam. Tapi setahun yang lalu rumah itu terbakar karena listriknya konslet. Mang Jalil dan anaknya meninggal. Sekarang hantu kedua orang itulah yang menunggu rumah itu.” Cerita Darman anak Bi Munah. Bi Munah adalah pembantu di rumah Guntur.

“Memangnya ada yang membuktikan pernah melihat hantu di rumah itu?” tanya Guntur.

“Aku pernah melihat bayangan anak laki-laki berdiri di bawah pohon durian dekat rumah itu.” ujar Darman

Guntur membuka jendela kamarnya. Ia memandang pohon durian yang diceritakan oleh Darman. Dalam keremangan malam, pohon durian yang tinggi menjulang itu tampak seperti sesosok raksasa yang menyeramkan. Dahan-dahannya yang tertiup angin seperti tangan yang menggapai-gapai ingin mencekik siapa saja yang ada didekatnya.

Bulu kuduk Guntur mendadak berdiri. Buru-buru ia menutup jendela kamarnya. Diliriknya jam dinding. Pukul sembilan malam. Kedua orang tuanya belum juga pulang dari acara di kantor. Tadi siang ia mengajak Darman menginap di rumahnya, tapi Continue reading

Pagi Hujan, Siang Panas Menyengat Diikuti Gemuruh Suara Geludug

Tadi pagi, saat aku baru mau mandi tiba-tiba hujan turun deras sekali. Berharap segera reda, biar nanti berangkat sekolah nggak kehujanan. Selesai mandi lalu ganti baju, kemudian aku sarapan sambil menunggu hujan reda. Tepat pukul 7:00WIB hujan deras sudah reda, tinggal sedikit gerimis. Aku sudah siap berangkat sekolah, (eh iya, sekolahku jam pelajaran dimulai pukul 07:15WIB) aku mengambil jaket untuk mengurangi rasa dingin.

Bapak sudah siap dengan motor bututnya untuk mengantar aku ke sekolah. Kata bapak tidak perlu pakai jas hujan, karena gerimisnya tidak akan membuat basah kuyup. Tapi harus pakai helm, walaupun jarak dari rumah ke sekolah cukup dekat (± 5-10 menit, tergantung jalan depan pasar macet atau tidak) kecelakaan bisa terjadi kapan saja, yang penting jangan lupa berdoa.

Perjalanan lancar, jalan depan pasar tidak macet. Sampai di sekolah sudah tidak gerimis, tapi tetap saja ada yang memakai jas hujan, mungkin yang rumahnya agak jauh waktu berangkat tadi ditempatnya masih hujan. Kecuali yang diantar naik mobil, bisa sambil sarapan dan menikmati hujan dalam perjalanan.

Jam pelajaran pertama adalah olahraga, gabungan dari kelas 1A, kelas 2A dan kelas 3A. Kemungkinan mau di ajak jalan-jalan ke Continue reading