Tahun Kabisat, Hari Spesial 29 Februari

Tadinya aku tidak tahu apa itu tahun kabisat. Siang tadi saat bapak telepon, aku ditanya sama bapak, sekarang tahun apa? Aku jawab tahun monyet api (ingat saat ada acara di TV waktu imlek kemarin ini 😀 ), tapi ternyata salah. Aku jawab lagi tahun 2016 ternyata salah juga. Akhirnya bapak ngasih tahu kalau sekarang ini adalah hari spesial, karena tgl 29 Februari itu adanya 4 tahun sekali dan dinamakan tahun kabisat.

Tahun kabisat (bahasa Inggris: Leap year) adalah tahun yang mengalami penambahan satu hari dengan tujuan untuk menyesuaikan penanggalan dengan tahun astronomi.[1]

Dalam satu tahun tidak secara persis terdiri dari 365 hari, tetapi 365 hari 5jam48menit 45,1814 detik. Jika hal ini tidak dihiraukan, maka setiap 4 tahun akan kekurangan hampir 1 hari (tepatnya 23 jam 15 menit 0,7256 detik).[butuh rujukan]

Maka untuk mengkompensasi hal ini, setiap 4 tahun sekali (tahun yang bisa dibagi 4), diberi 1 hari ekstra: 29 Februari. Tetapi karena 5 jam 48 menit 45,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (seperti tahun1900), bukan tahun kabisat, kecuali bisa dibagi dengan 400 (seperti tahun 2000). (Wikipedia)

Tambah pengetahuan lagi deh. Eh iya…selamat ulang tahun bagi yang lahir tgl 29 Februari, benar-benar hari yang spesial, 4 tahun sekali ulang tahunnya. 😀

Ada Kejutan Di Tempat Tidurku

Pulang sekolah hari ini cuaca panas banget, setelah 2 hari kemarin diguyur hujan terus sampai aku malas untuk pergi ketempat mengaji. Semoga sore nanti nggak hujan, agar nggak malas untuk pergi mengaji. Jalan kaki lumayan jauh soalnya. 😀

Seperti biasa sampai di rumah tidak lupa ucap salam disambut ibu sama adikku yang lagi di gendong. Kata ibu hari ini adik Rafif lagi manja, minta gendong terus. Lanjut ke kamarku untuk menaruh tas dan ganti baju, aku merasa terkejut dan tersenyum karena di tempat tidurku ada 2 bungkus kado dan tulisan warna pink “HAPPY B-DAY CHELIA”. Iya, hari ini adalah tanggal dimana aku dilahirkan 9 tahun yang lalu.

kado ditempat tidur

kado ditempat tidur

Ternyata, tulisan dengan huruf warna pink itu adalah coklat, kirain hiasan dari lilin (ndeso banget, gitu aja nggak tahu 😀 ). Dibawah coklat huruf warna pink masih ada coklat lagi dengan bentuk hati dan berwana coklat gelap. Lupa nggak cuci tangan, aku langsung ambil satu untuk ibu lalu ambil satu lagi untuk aku makan. Bismillah dan satu gigitan kecil, rasanya enak dan manis. Kemudian hap, satu huruf masuk ke mulut dan coklatnya meleleh, enak banget. Saat lagi menikmati coklat, ada panggilan masuk ke hape ibu. Aku buru-buru angkat, dan benar perkiraanku, bapak telpon untuk mengucapkan selamat ulang tahun.

Terima kasih ya Ibu dan Bapak, terimakasih untuk semuanya. ❤

Nasi Goreng Sosis, Sarapan Pagi Buatan Bapak

Sebenarnya aku paling malas untuk sarapan, beda kayak waktu di Bandung dulu. Sekarang, kalau pagi aku minta tolong ibu untuk dibikinin susu atau teh manis hangat saja. Sesekali icip roti bakar buatan ibu, setengah potong saja kadang nggak habis. Tapi kalau bapak ada dirumah, aku pasti disuruh untuk sarapan sebelum berangkat sekolah. Kata bapak jangan cuma minum teh manis hangat saja, harus makan sesuatu buat ngisi perut, biskuit, cracker atau yang lain.

Selama bapak di rumah kemarin (bapak libur 1 minggu, sekarang sudah kerja lagi), aku dibuatkan sarapan berat 2 kali. Kalau nggak salah hari kamis dan hari selasa (selasa sore bapak berangkat ke Bandung), dua-duanya nasi goreng sosis dengan tambahan sayur kol diiris lembut. Bapak tahu kalau sayurnya diiris agak besar pasti aku sisihkan, jadi diiris lembut biar kemakan semua. 😀

nasgor sosis ala chef bapak

nasgor sosis ala chef bapak

Bapak membuatnya hanya untuk sarapan aku, porsinya tidak banyak, kata bapak biar nggak kekenyangan dan bikin ngantuk di kelas. Menurutku rasanya enak dan yang paling aku suka nasi gorengnya tidak Continue reading

Bapakku Sekarang Berubah

Belum ada satu bulan bapak sudah pulang lagi dari Bandung, tepatnya hari selasa tgl 9 Februari kemarin. Sebelumnya bapak juga nggak ngasih kabar kalau mau mudik bulan ini. Ternyata lagi ada keperluan yang harus segera diselesaikan.

Seperti biasa bapak sampai rumah jam 6 pagi (itu kalau sopir bisnya nggak ngebut katanya). Saat itu aku baru selesai mandi dan mau ganti baju. Aku agak sedikit kaget dan tersenyum senang, karena sekarang bapak sudah berubah alias sudah potong rambut.

Iya benar, rambut bapak sebelumnya jembrok alias gondrong dan brewok, kadang rambutnya suka dikucir. Kata temanku, bapakku kayak Rhoma Irama karena rambutnya yang gondrong, jambang dan jenggotnya brewok. Sekarang bapak sudah berubah (potongan rambutnya), sudah nggak gondrong lagi tapi dicukur gundul tipis dengan sedikit rambut, bukan plontos kayak pak Ogah.

Udah itu saja, coretan nggak penting. 😀

Posted from WordPress for BlackBerry.

(Rombongan) Keluarga Dari Wonosari Menengok Adik Rafif

Hari senin kemarin tgl 1 Februari 2016 keluarga bapakku dari Wonosari Gunungkidul datang ke rumah untuk menengok adik Rafif. Bukan cuma keluarga saja, tapi para tetangga juga pada ikut. Kata ibu, mereka tiba di rumah sekitar pukul 10 pagi. Saat itu aku masih berada di sekolah. Rombongan yang datang ±25 orang. Rumahku yang kecil jadi penuh sesak. 😀

Rencana keluarga Wonosari mau datang ke Temanggung sebenarnya sudah lama, saat Rafif sudah lepas tali pusar dan bapak juga belom berangkat kerja lagi ke Bandung, tapi kata budhe disana juga lagi banyak acara kondangan dan terpaksa rencana diundur terus. Hari kamis tgl 28 Januari budhe Wonosari ngasih kabar lagi kalau mereka mau datang hari minggu tgl 31 Januari, tapi kebetulan hari itu keluarga Temanggung nggak ada di rumah, karena ada undangan pernikahan ke Continue reading