Memperbaiki Tempat Pena Plus Termometer Ruangan

Hari ini aku tidak pergi mengaji, hujannya deras banget. Daripada bengong aku minta tolong sama bapak untuk memperbaiki tempat pena plus termometer ruangan yang dijatuhkan sama adik Rafif. Mumpung adik lagi tidur, aman tidak ada yang ganggu. Tempat pena plus termometer ruangan itu pemberian mbak Apung waktu aku di Bandung dulu.


Tempat pena plus termometer ruangan ini dijatuhkan sama adik beberapa bulan yang lalu. Masih untung termometer bulat ditengah seperti jam itu tidak copot dan masih berfungsi. Bapak memberi lem pada patung burung warna biru yang terbuat dari kaca dengan lem super lengket punya pak Wawan (adik ibu).

Dan selesai sudah, patung burung warna biru itu menempel erat dan kembali seperti semula.Tempat pena plus termometer ruangan itu kembali nongkrong di meja belajarku.

Advertisements

Merapikan Kembali Tugas Ketrampilan Dari Sekolah

Hari ini pelajaran SBK (Seni Budaya dan Ketrampilan). Ibu Yuli membagikan kepada  kami kertas bergambar kupu-kupu, busa karet dan manik-manik warna warni. Kita disuruh mengerjakan tugas menggunting dan menempel. Setiap siswa sudah punya lem dan gunting di loker masing-masing. Untuk pelajaran ini aku memang kurang terampil, seperti minggu yang lalu saat membuat pigura dari sedotan hasilnya tidak memuaskan, kurang rapi. Hari ini juga, belum selesai mengerjakan tugas jam pelajaran SBK sudah habis. Untuk mewarnai, menggunting dan menempelkan dikertas sudah, tapi menghiasnya dengan manik-manik belum selesai. Nggak tahu dinilai berapa sama ibu Yuli. 😦

dari sekolah belum beres

dari sekolah belum beres

Sampai rumah (setelah cuci tangan, ganti baju dan makan), kemudian aku minta bantuan bapak untuk mengerjakan ulang. Bapak menyuruhku untuk melepas semua manik-manik yang tadi sudah aku tempel, lalu menaruhnya di wadah. Kemudian memintaku untuk meratakan lem di busa karet yang Continue reading

Fakta Keren Tentang Sumatera (2)

Ada yang pernah makan Kue Delapan Jam? Kalau aku belum pernah (siapa yang nanya? 😛 ). Kue Delapan Jam merupakan kue tradisional asli kota Palembang dan merupakan kekayaan kuliner yang masih dilestarikan oleh masyarakat di daerah Sumatera Selatan. Meskipun begitu tidak mudah menemukan kue ini sehari-hari. Dari namanya yang unik dapat dijelaskan bahwa delapan jam merupakan waktu yang digunakan untuk membuatnya.

Kue tradisional ini pada mulanya hanya bisa dan boleh di sajikan untuk kalangan bangsawan. Tidak ada yang boleh menikmati kue yang enak ini bagi kalangan masyarakat biasa. Namun berbeda pada saat ini karena kue yang legit dan nikmat ini sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat meskipun tidak setiap hari bisa ditemukan bebas di pasaran semua itu karena proses membuatnya memakan waktu lama.

kue delapan jam

kue delapan jam

Untuk menikmati kue tradisional yang lezat ini kalian bisa meluangkan waktu ke Palembang saat perayaan imlek atau hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan acara-acara penting yang lain atau acara adat di daerah setempat. Namun Continue reading

Hasil UTS Ketrampilan Hari Sabtu Kemarin

Hasil UTS (Ujian Tengah Semester) ketrampilan yang sudah dikumpulkan hari sabtu kemarin ternyata hari ini dibagikan lagi sama ibu Yuli. Tidak cuma itu, ibu Yuli juga memberi kami semua kertas Krep warna warni.

ini hasil ketrampilan UTS kemarin

ini hasil ketrampilan UTS kemarin

Sebelumnya ibu Yuli menyuruh kami para siswa untuk membawa beberapa batang lidi. Ternyata batang lidi tersebut Continue reading