Memperbaiki Tempat Pena Plus Termometer Ruangan

Hari ini aku tidak pergi mengaji, hujannya deras banget. Daripada bengong aku minta tolong sama bapak untuk memperbaiki tempat pena plus termometer ruangan yang dijatuhkan sama adik Rafif. Mumpung adik lagi tidur, aman tidak ada yang ganggu. Tempat pena plus termometer ruangan itu pemberian mbak Apung waktu aku di Bandung dulu.


Tempat pena plus termometer ruangan ini dijatuhkan sama adik beberapa bulan yang lalu. Masih untung termometer bulat ditengah seperti jam itu tidak copot dan masih berfungsi. Bapak memberi lem pada patung burung warna biru yang terbuat dari kaca dengan lem super lengket punya pak Wawan (adik ibu).

Dan selesai sudah, patung burung warna biru itu menempel erat dan kembali seperti semula.Tempat pena plus termometer ruangan itu kembali nongkrong di meja belajarku.

Advertisements

Boneka Balon Upin Dan Ipin

Mudik kemarin ini, selain membawa sepeda BMX senator buat aku, bapak juga membawa boneka balon Upin dan Ipin untuk adik Rafif. Kata bapak boneka balon Upin & Ipin belinya di Sukajadi Bandung, dekat mall Paris Van Java. Harga sepasangnya Rp 40.000,- dan bapak membeli yang belum dipompa alias masih dilipat. Baru setelah sampai di Temanggung di pompa sama bapak pakai mulut alias ditiup. 😀

boneka balon upin dan ipin

boneka balon upin dan ipin

Boneka balon Upin & Ipin kalau dipencet bunyi ngikngik, dan adik pun tersenyum dengan mainan barunya.

Ride On Car. Mainan Baru Adik Rafif

Minggu kemarin waktu pulang dari pasar Temanggung atau biasa disebut Pasar Kliwon, Mak’e (nenek) turun dari angkot sambil nenteng mobil mainan yang bisa dinaikin. Aku sengaja nungguin mak’e karena tahu kalau mau di oleh-olehin jeruk. Lagi musim katanya. Sudah pasti, mobil mainan itu untuk adikku yang lucu. Sementara aku jeruk saja. Aku pernah lihat iklan di website jual beli online saat berselancar sama ibu. Nama dari mobil mainan yang bisa dinaikin itu adalah Ride On Car. Artinya? mbuh ora ngerti, aku ora pinter bahasa inggris. 😆

Ternyata mobil mainannya belum dirangkai utuh, akhirnya semua part yang belum terpasang dirangkai sama Pak’e (kakek). Saat itu adik masih tidur, jadi belum tahu kalau dibeliin ride on car sama mak’e. Waktu ibu nengok adik lewat jendela kamar untuk mengecek, (saat itu pak’e ngrangkai partnya dihalaman samping, sebelah kamar adik.) ternyata adik Rafif udah bangun dan merangkak menuju pintu. Mungkin sudah waktunya bangun karena sudah tidur lebih dari 1 jam. Atau mungkin keganggu suara berisik kita yang lagi ngobrol sambil lihat pak’e masang part ride on car.

bangun tidur langsung action

bangun tidur langsung action

Ibu buru-buru ke kamar dan membopong adik untuk melihat mainan baru hadiah dari mak’e. Walau baru bangun, adik sudah antusias pengen naik ride on car yang sudah selesai dirangkai sama pak’e. Dengan aksi nunjuk mainan dan kedua kaki gerak-gerak menandakan adik pingin buru-buru naik ride on car. Sambil dipegangin ibu, dengan cekatan adik pegang setir dan memukul tombol musik yang ada di setir dengan tangannya, dan suara musik anak pun terdengar. Adik senyum senang (melempeng) dan kita pun ikut tertawa.

Sebenarnya ride on car ini belum waktunya dibelikan untuk adik Rafif. Karena seperti yang aku lihat di iklan online, mainan ini untuk usia 1 – 3 tahun (lagipula tidak ada pengaman kiri kanan seperti sepeda roda tiga), sementara adikku baru 7 bulan. Tapi karena tiap sore adik teriak-teriak pingin pinjam punya tetangga (ortunya boleh minjemin tapi anaknya yang nggak boleh, bahkan pegang aja nggak boleh. namanya juga bocah batita 😀 ) akhirnya dibeliin sama mak’e.

Matur nuwun ya Mak.

Lungsuran Sepeda Roda Tiga Untuk Adik Rafif

Lungsuran, barang bekas yang masih layak pakai. Beberapa bulan yang lalu saat bapak ada di rumah, bapak bongkar gudang mencari sepeda roda tiga punyaku dulu saat aku masih kecil. Kondisinya masih lumayan bagus, cuma ada bagian yang patah dan perlu dilas juga ada beberapa yang sudah karatan. Kata bapak masih bisa diperbaiki, bisa di lungsurin ke adik Rafif. Sedikit perbaikan lebih hemat daripada beli baru lagi. Sayang, saat mulai dibersihin, dicat ulang (pipa besi tadinya warna abu-abu sekarang jadi warna hitam doff dengan cat semprot) kemudian dirangkai lagi sama bapak aku lagi sekolah. Jadi nggak sempat ambil gambar.

Sejak bulan kemarin, masuk umur 6 bulan adik Rafif sudah mulai belajar duduk. Sebelumnya sudah merangkak ngesot kayak tentara jalan tiarap dengan tangan seperti yang aku lihat di TV. Awal bulan agustus ini adikku sudah sempurna posisi duduknya, bahkan sudah bisa merangkak juga.

sepeda lungsuran dariku

sepeda lungsuran dariku

Karena duduknya sudah kuat nggak roboh dan miring-miring lagi, sekarang adikku jadi sering minta naik sepeda lungsuran dari aku. Sepeda roda tiga ini ada pengaman dan pegangan untuk adik, juga ada pegangan di belakang yang berfungsi untuk mendorong dan membelokkan stang karena ada pengait besi dibawahnya. Jadi adik Rafif tinggal duduk manis sementara aku dan ibu gantian olahraga jalan kaki muterin rumah dan halaman sambil dorong sepeda.

Kadang kalau kita berhenti dorongnya, adik minta jalan lagi dengan kode teriak dan menjerit. Capek deh…