Satu Tahun Adikku

Hari ini tgl 3 Januari 2017 adalah ulang tahun adikku Rafif Widyawan. Satu tahun adikku kali ini tidak ada kue ulang tahun. Padahal aku sudah berharap ada kue tart yang bisa aku santap pulang sekolah tadi. Tapi tanpa kue tart pun tak apa. Karena ibu sudah menggantinya dengan nasi kuning. Lagian aku juga sudah lama tidak makan nasi kuning. Disini tidak ada yang jual, beda sama waktu di Bandung dulu. Bisa milih dimana mau beli nasi kuning. Yang jual banyak.


Kata ibu, dulu waktu aku usia 1 tahun juga tidaka ada kue tart, nasi kuning juga tidak ada. Kata ibu, dulu waktu aku usia 1 tahun diajak ibu sama bapak ke taman wisata Kyai Langgeng Magelang. 

Doaku untuk adik, semoga menjadi anak yang sholeh berbakti sama bapak dan ibu, sehat terus dan selalu dalam lindungam Alloh SWT. Aamiin.

Advertisements

Membantu Mak’e Membuat Entho Cothot

Ngomongin soal gorengan lagi. Kali ini aku membantu mak’e (nenek) membuat entho cothot. Tadi pak’e (kakek) mencabut singkong di kebun belakang rumah. Sudah lama aku pingin makan entho cothot dan sekarang kesampaian. Tidak usah beli, bikin sendiri saja.


Bapak membantu mengupas singkong dan memotongnya jadi beberapa bagian, menaruhnya diwadah lalu aku membantu mencucinya untuk membersihkan sisa tanah yang masih menempel saat dikupas tadi. Mak’e menaruhnya dipanci dan dikukus ditungku kayu bakar.


Singkong sudah empuk alias matang dan bapak menumbuknya dengan dicampur sedikit tepung sagu dan sedikit garam untuk menambah rasa. Kemudian aku membantu mak’e mengisi singkong tumbuk tadi dengan gula pasir.


Digoreng beberapa saat sampai kecoklatan dan entho cothot siap disantap. Dan aku selalu jadi yanf pertama untuk mengicipinya. Maknyus pokoke, gula pasirnya lumer. Legit banget.

Jumat Pagi Sarapan Ubi

Jumat pagi sarapan ubi. Hujan dari semalam belum berhenti juga. Pagi ini cuaca didesaku tambah dingin, gemericik air masih turun dari langit. 

Bapak sudah sibuk di dapur, mau mengupas ubi dan menggorengnya. Ubi ini minta ma’e (nenek), beberapa hari yang lalu ma’e beli ubi satu karung besar. Tekstur ubinya kalau dibelah ada warna ungunya.


Setelah dikupas kemudian ubi dipotong-potong. Dikasih sedikit garam lalu di ongklok (diaduk dengan menggoyangkan wadah) agar garam merata.


Sengaja bapak tidak menambahkan tepung terigu seperti biasa kalau ibu yang goreng, biar cepet katanya. Digoreng dengan api sedang dan tunggu beberapa menit ubi siap disajikan. Bismillah…haphap, kering diluar dan empuk didalam. 

Ketan Juruh. Menu tahunan bulan Mulud

Ketan juruh, menu tahunan bulan mulud untuk memperingati Maulid Nabi.

Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

ketan juruh maulid nabi

​Kemarin malam waktu pulang dari bonbin (kebun binatang) Semarang, aku diberi mak’e ketan juruh. Karena capek aku langsung tidur, dan ketan juruhnya di makan ibu sama bapak.

Ketan Jali, Salah Satu Menu Sarapan Murah Meriah Selain Bubur Mbah Sri

Ketan jali, salah satu menu sarapan murah meriah selain bubur mbah Sri. Harga 1 bungkusnya cuma seribu dan itu sudah membuat perut tidak keroncongan lagi. Ketan jali ini biasanya dijajakan oleh mbak Sulas, penjual sayur langganan ibu.

Jali (Coix lacryma-jobiL.), merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian (serealia) tropika dari suku padi-padian atau Poaceae. Asalnya adalah Asia Timur dan Malaya namun sekarang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Beberapa varietas memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan juga obat. Bulir yang masak terbungkus struktur yang keras, berbentuk oval dan berwarna putih. (wikipedia)

Aku sendiri belum pernah lihat pohonnya. Bapak pernah cerita kalau dulu waktu bapak kecil suka mainan jali, biasanya disetiap pekarangan rumah suka ada. Jali itu dirangkai dengan benang jahit dijadikan gelang dan tasbih. Kalau sekarang sudah susah untuk menemukannya, mungkin didaerah tertentu saja.

ketan jali

ketan jali

Ketan jali ini rasanya kayak beras ketan, dengan butiran-butiran yang lebih besar. Rasanya manis enak dengan toping parutan kelapa dicampur gula merah. Mantap deh pokoknya.

Nonton Pawai Drumband Di Alun-Alun Temanggung

Pagi tadi aku, ibu dan adik pergi ke alun-alun Temanggung untuk nonton pawai drumband di alun-alun Temanggung. Acara nonton ini sudah aku rencanakan dari kemarin. Hari minggu kali ini pokoknya harus bangun pagi terus pergi ke alun-alun Temanggung. Acara ini merupakan salah satu agenda Pesta Rakyat Hari Jadi ke 182 Kabupaten Temanggung. Aku, ibu dan adik Rafif naik angkot menuju ke Temanggung, turun di rolikuran terus lanjut jalan kaki menuju alun-alun yang lumayan jauh. Sekalian olahraga pagi, biar sehat.

Sampai disana pukul 09 lebih, dan acara sudah mulai. Kita jalan menuju pendopo dan berdiri di trotoar bersama dengan warga Temanggung yang lain. Acaranya meriah, cuaca cerah dan adik Rafif juga kelihatan senang banget dari yang jejeritan teriak nggak jelas sampai ndomblong lihatin drumband.

nonton pawai drumband di alun-alun temanggung

nonton pawai drumband di alun-alun temanggung

Saat jeda iring-iringan drumband, aku dan ibu istirahat dibawah pohon beringin, dan kebetulan disana ada yang jualan pempek. Akhirnya aku dan ibu pesen pempek sementara adik Rafif tertidur pulas, capek teriak-teriak kayaknya, eh..sudah jadwalnya tidur juga sih. Saat selesai makan dan duduk santai, mas Malvin saudaraku datang sama ortunya. Ketemu juga akhirnya, katanya mereka tadi nonton di sebelah timur alun-alun.

Setelah selesai pawai yang kedua aku dan ibu beranjak untuk pulang, tapi sebelumnya mampir ke swalayan dulu untuk beli diaper alias popok sekali pakai buat adik Rafif. Ortu mas Malvin menawarkan untuk pulang bareng. Asyik…dapat tumpangan gratis (makasih dhe Yuli dan dhe Lina tumpangannya), dan setengah jam kemudian aku sudah sampai di rumah.

Mampir Di Ice Corner Temanggung

Aku baru dua kali ke Ice Corner Temanggung, pertama saat diajak sama pak Wawan (adik ibu) dan yang kedua sama bapak waktu mudik bulan kemarin. Maklum tinggal di kampung jauh dari kota, selain itu uang jajan juga terbatas. 😛

Waktu sama bapak bulan kemarin sebenarnya rencana awal mau ke Laris swalayan beli pensil warna sekalian aku pingin main di Kids Fun, karena sudah lama nggak main kesana. Saat sudah nyampai di alun-alun Temanggung harusnya kita jalan lurus kemudian belok kanan menuju swalayan, tapi bapak malah membelokkan stang sepeda motor ke kiri menuju parkiran Ice Corner Temanggung. Mampir dulu kata bapak, karena masih siang, makan es krim biar seger. Aku hayuk aja.

Masuk ke Ice Corner Temanggung kita menuju meja pemesanan, menulis menu yang kita inginkan dan memberikannya ke pelayan lalu kita naik ke lantai 2 menunggu pesanan datang. Ternyata diatas sudah banyak orang, tinggal sisa 2 meja kosong lagi. Dan kita ambil yang dekat jendela.

ice corner temanggung

ice corner temanggung

Tidak menunggu lama pesanan datang, ice cream banana split, ice cream mix fruit, mie italia alias spageti dan milkshake oreo. Aku sengaja pesan spageti karena dari rumah memang belum makan, cuma ngemil beberapa biskuit aja setelah pulang sekolah. Kata bapak harga menunya termasuk murah (ada harga ada rasa), 4 macam menu tadi tidak sampai 40rb. Dan menurut aku sendiri milkshakenya kurang manis, akhirnya dihabisin sama bapak. Ah..jadi pingin kesana lagi, kapan ya? hujan-hujan makan es krim kayaknya enak. Yummy