Lebaran Dan Liburan Ke Candi Borobudur

Artikel pertama setelah lebaran 1437 Hijriyah. Mumpung masih bulan syawal, tidak lupa saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1437H mohon maaf lahir & batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT. Aamiin.

Kembali ke laptop topik. Lebaran kali ini aku di ajak saudara (keluarga) dari Bogor (mama dan ayah Aurel) yang mudik ke Temanggung untuk liburan alias jalan-jalan ke candi Borobudur di kota Magelang. Kebetulan sekali, aku belum pernah kesana. Rencananya kami sekeluarga (bapak, ibu, adik Rafif dan aku) disuruh ikut semua, tapi setelah ngobrol ini itu dengan berbagai pertimbangan (disana panas dan pasti penuh sesak, kasihan adik Rafif nantinya) akhirnya hanya aku dan bapak saja yang ikut ke candi Borobudur.

Pukul 10:00WIB (lebih dikit) kita start dari Temanggung. Menuju ke arah Kranggan perjalanan masih lancar. Masuk ke Secang sampai Magelang mulai deh acara macetnya. Mau lewat jalur alternatif ke arah Magelang ternyata di tutup, jalur itu di buka untuk yang dari arah Magelang ke Temanggung saja. Yang tadinya 2 arah sekarang jadi 1 arah, untuk mengurangi kemacetan. Perjalanan ke candi Borobudur ternyata lumayan lama. Setelah masuk melewati gapura selamat datang area wisata candi ternyata ke tempat candi Borobudur masih lumayan jauh, ±20 menit. Kita masuk ke parkiran barat dan sudah disambut oleh pedagang yang menjajakan topi Chartwheel, Fedora dan Baseball cap (nama-nama topinya dikasih tahu sama bapak  😀 ). Saudaraku Aurel dan adiknya membeli Chartwheel, sementara aku dari rumah sudah bawa payung kecil dan Bucket hat summer & rain punya bapak.

bete tapi seneng. puanase pol.

bete tapi seneng. puanase pol.

Menaiki anak tangga menuju loket pembelian tiket (harga tiket: dibawah 10 tahun Rp 15.000, diatas 10 tahun Rp. 30.000), setelah itu jalan menuju ke arah candi. Sebenarnya ada 2 pilihan untuk menuju ke arah candi, jalan kaki atau dengan mobil kereta. Dan kita memilih jalan kaki saja, bareng rame-rame sama pengunjung yang lain. Dan benar seperti yang bapak perkirakan, area candi penuh sesak. Baik dari pengunjung yang mau naik juga dari pengunjung yang turun. Naik terus menuju stupa puncak yang paling besar dan…disana penuh sesak, jalan himpit-himpitan, nggak nyaman banget pokoknya. Istirahat beberapa saat lalu turun ke tingkat yang dibawahnya. ±1,5 jam kita berada di candi, kemudian turun himpit-himpitan lagi menuju parkiran dan pulang. Tidak lupa mampir ke pedagang penjual kaos gambar candi borobudur Rp 50.000 dapat 3pcs. Aku beli warna hitam, pink dan biru (yang biru buat ibu). Mama Aurel beli kaos banyak untuk oleh-oleh ke Bogor. Setelah bermacet-macet ria akhirnya maghrib kita sampai juga di rumah.

Terima kasih ya mama & ayah Aurel, sehat selalu dan rejeki lancar. Sampai ketemu lebaran berikutnya. 😀

Bermain Ke Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Saat tadi buka-buka file foto di hape bapak, aku lihat ada foto waktu kita (aku, ibu dan bapak) dulu pergi ke tahuradjuanda (Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda). Aku meminta bapak untuk menyalinnya di komputer agar bisa dilihat dengan jelas. Hape bapak kan layarnya kecil. 😛

Sebenarnya ini sudah lama, waktu itu aku masih kelas 1 dan ini pertama kalinya aku ke tahuradjuanda, begitu juga dengan bapak dan ibu. Saat itu hari minggu, kita kesana pagi hari. Perjalanan lumayan jauh dan menanjak, mungkin sekitar 1 jam lebih, soalnya kita mampir dulu di mini market untuk membeli minum dan cemilan sekalian istirahat. Sampai disana sudah terlihat ramai, mungkin karena hari minggu. Setelah membeli karcis masuk kemudian mencari tempat parkir (karcis sudah termasuk biaya parkir), lalu masuk ke hutan lewat jalan setapak yang bagus, kiri kanan menjulang tinggi pohon-pohon pinus, udaranya sejuk banget.

peta obyek tahura dan hutan pinus

peta obyek tahura dan hutan pinus

Lanjut berjalan menuruni anak tangga, terus lurus kita disambut sama bapak-bapak yang menyewakan senter untuk masuk ke gua Jepang. Karena kita cuma bertiga, cukup menyewa 1 senter saja kemudian bergabung dengan rombongan dari Continue reading