Di Bandung, Batu Akik Masih Menjadi Primadona

Fenomena batu akik masih ngetren sampai saat ini. Tetangga sebelah hari ini juga ikut jualan batu akik, lengkap dengan mesin untuk membelah dan menghaluskan batunya. Bahkan temen sekelasku, Rizky juga pakai batu akik di jari manisnya. Ada juga temen sekelasku yang cewek, namanya Sabian, dia juga punya batu akik. Tapi katanya beberapa hari yang lalu hilang. Bapak ku juga punya batu akik, ada tiga buah. Bukan beli, tapi dikasih sama temannya, namanya om Ade Chengbeng. Kata om Ade, tiga buah batu itu dari dua jenis batu yang berbeda. Yang satu namanya Pancawarna Karawang, terus yang dua lagi namanya Klawing.

akik dari om Ade Chengbeng

kiri pancawarna, dua kanan klawing

Tidak ketinggalan, souvenir peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung juga menggunakan batu akik. Batu akik yang digunakan adalah jenis Pancawarna yang berasal dari Garut. Sebanyak 120 liontin batu akik jenis pancawarna ini sudah bersertifikat. Liontin batu akik yang akan diberikan dihiasi dengan batangan dari perak, dengan ikatan tali dari bahan kulit asli pengrajin Garut. Habis berapa ratus juta ya? 😀

Minggu Pagi, Diajak Ibu Belanja Sayur Ke Punclut

Semalam sudah direncanakan, kalau pagi ini aku, bapak dan ibu mau ke Punclut. Pasar Punclut adanya tiap hari minggu, sama kayak di Monumen Gasibu. Perjalanan dari tempatku ke Punclut sekitar 15 menit dengan mengendarai sepeda motor. Setelah sampai di RS SALAMUN, kok malah ke Rumah Sakit? iya, bapak nitip motor diparkiran rumah sakit. 😀

mulai ramai

mulai ramai, aku yang pakai kerudung pink

Kemudian kami berjalan ke arah orang-orang yang sudah banyak berlalu-lalang disitu. Ada yang baru datang seperti aku dan banyak juga yang sudah mau pulang dengan Continue reading