Jumat Pagi Sarapan Ubi

Jumat pagi sarapan ubi. Hujan dari semalam belum berhenti juga. Pagi ini cuaca didesaku tambah dingin, gemericik air masih turun dari langit. 

Bapak sudah sibuk di dapur, mau mengupas ubi dan menggorengnya. Ubi ini minta ma’e (nenek), beberapa hari yang lalu ma’e beli ubi satu karung besar. Tekstur ubinya kalau dibelah ada warna ungunya.


Setelah dikupas kemudian ubi dipotong-potong. Dikasih sedikit garam lalu di ongklok (diaduk dengan menggoyangkan wadah) agar garam merata.


Sengaja bapak tidak menambahkan tepung terigu seperti biasa kalau ibu yang goreng, biar cepet katanya. Digoreng dengan api sedang dan tunggu beberapa menit ubi siap disajikan. Bismillah…haphap, kering diluar dan empuk didalam. 

Advertisements

Membuat Kue Apem Pandan Bersama Ibu

Hari minggu sore tgl 24 April kemarin, pak’e (kakek), mak’e (nenek) dan mbah buyut (ibu mak’e) lagi pada ngumpul nungguin adik Rafif yang lagi ngoceh cerewet di kasur lantai. Seneng banget kayaknya ditungguin rame-rame. Tapi…ada satu yang kurang, yaitu kudapan buat teman ngobrol dan senam mulut. Aku kemudian meminta ibu untuk membuatkan kue apem, mumpung lagi pada ngumpul bisa dinikmati bareng-bareng.

Aku membantu ibu ke dapur untuk menyiapkan bahan-bahannya. Ibu mengambil baskom, kemudian menaruh tepung terigu dan tepung beras (takarannya asal 😀 ) lalu aku diminta untuk mencampurnya. Sementara itu, ibu menyiapkan santan dan menuangkan ke baskom yang sudah ada tepungnya tadi. Menambahkan beberapa sendok gula pasir, sedikit garam dan  essen pandan. Aduk terus sampai rata.

kue apem pandan buatan aku dan ibu :D

kue apem pandan buatan aku dan ibu

Ibu menyiapkan wajan cetakan kue apem diatas kompor, mengolesinya dengan sedikit minyak goreng supaya tidak lengket, dan menyalakan kompor dengan api kecil. Menunggu sebentar agar cetakan panas baru kemudian menuangkan adonan kue apem lalu menutupnya dengan tutup panci. Sesekali dibuka untuk mengecek kematangan kue apemnya, dengan tanda adanya rongga-rongga udara (lubang-lubang kecil kayak di kue surabi), baru kemudian diangkat dengan sendok dan menaruhnya di piring. Setelah melihat yang ibu lakukan, aku mencoba untuk mempraktekannya. Ternyata tidak sulit.

Tiga kali cetakan dan adonan pun habis. Saatnya dinikmati bersama. Yummy.

Misro, Eh…Cemplon. Bola-Bola Manis Buatan Ibu Untuk Sarapan Pagi Ini

Kemarin ibu ke pasar membeli singkong, tapi tidak langsung dimasak. Baru pagi ini ibu akan memasaknya menjadi Misro, eh…Cemplon. Mungkin di setiap daerah namanya berbeda-beda, walaupun bentuk dan isinya sama. Aku juga pernah lihat di acara TV ada yang di isi selai nanas.

setelah dikupas siap diparut

setelah dikupas siap diparut

Ibu minta tolong sama bapak untuk mengupas dan mencuci singkong. Setelah dicuci bersih, ibu menempatkan diwadah untuk Continue reading