Membantu Mak’e Membuat Entho Cothot

Ngomongin soal gorengan lagi. Kali ini aku membantu mak’e (nenek) membuat entho cothot. Tadi pak’e (kakek) mencabut singkong di kebun belakang rumah. Sudah lama aku pingin makan entho cothot dan sekarang kesampaian. Tidak usah beli, bikin sendiri saja.


Bapak membantu mengupas singkong dan memotongnya jadi beberapa bagian, menaruhnya diwadah lalu aku membantu mencucinya untuk membersihkan sisa tanah yang masih menempel saat dikupas tadi. Mak’e menaruhnya dipanci dan dikukus ditungku kayu bakar.


Singkong sudah empuk alias matang dan bapak menumbuknya dengan dicampur sedikit tepung sagu dan sedikit garam untuk menambah rasa. Kemudian aku membantu mak’e mengisi singkong tumbuk tadi dengan gula pasir.


Digoreng beberapa saat sampai kecoklatan dan entho cothot siap disantap. Dan aku selalu jadi yanf pertama untuk mengicipinya. Maknyus pokoke, gula pasirnya lumer. Legit banget.

Bubur Mbah Sri, Menu Sarapan Murah Meriah

Ngomongin makanan lagi. Seperti yang pernah aku ulas disini, tentang sarapan pagi yang dibuatkan sama bapak. Kali ini ngomongin sarapan pagi dengan harga murah meriah dan yang pasti enak. Sudah menjadi kebiasaan bapak kalau mudik pasti membeli sarapan di tempat mbah Sri, neneknya Toni temanku. Meskipun tidak setiap hari.

bubur mbah Sri + gorengan

Kenapa aku bilang murah meriah? Karena hanya dengan uang Rp.2000,- sudah bisa menyantap bubur yang enak dengan sayur tahu kuah yang gurih (bisa juga memilih sayur tahu tempe cabe hijau yang pedas atau campuran keduanya) ditambah 1 tempe kemul dan 1 tahu susur, menjadi pelengkap untuk menikmati bubur. Harga buburnya Rp.1000,- dan gorengannya Rp.500,-/pcs. Opo ora murah tenan nek koyo ngono kuwi, dengan porsi bubur yang lumayan bikin kenyang. Tambah mantab lagi karena dibungkus dengan daun pisang. Nyam..nyam.