Sepeda Ku. City Bike Dan BMX Senator Warna Biru

Sudah lama banget nggak ceklak ceklik mencet-mencet huruf alias posting. Ngomongin soal sepeda, sebenarnya aku sudah punya sepeda (city bike) yang dibeliin ibu di pasar Temanggung beberapa minggu setelah aku pindah sekolah dari Bandung (lupa nggak dibikin artikelnya). Saat itu aku belum bisa naik sepeda, jadi dibeliin yang ada tambahan 2 roda kecil di belakang. Aku belajar naik sepeda ± 1 bulan, baru kemudian berani dicopot roda kecil tambahannya. Belajar naik sepede ngalor ngidul (ke utara ke selatan) bolak balik di jalan depan rumah. Bahkan sampai males mengaji gara-gara keasyikan naik sepeda karena sudah mulai lancar. 😆

city bike warna biru

city bike warna biru

Sekarang city bike warna biru itu sering nganggur, jarang dipakai. Aku menitipkannya di rumah Mak’e (nenek). Awal bulan kemarin aku telpon bapak kalau aku pengen sepeda BMX seperti punya Nanda (saudaraku dari kakek), aku biasa memanggilnya mas Ndut, padahal orangnya kurus. Dia pengen dipanggil gitu. Yowis manut ae.

Ternyata di Bandung bapak punya sepeda BMX, beli belum lama katanya (awal bulan Agustus), kalau pagi dipakai boseh alias gowes keliling komplek. Bapak beli sepeda BMX Karena ada iklan sepeda BMX murah di situs jual beli online. Sepeda seken sih, tapi masih bagus, cukup diganti dengan Rp 260.000. Kata yang jual jarang dipakai. Dan…akhirnya sepeda itu bapak bawa pulang ke Temanggung tgl 16 kemarin. Daripada beli baru buat aku, mending bawa yang sudah ada saja. Sekalian mudik.

BMX Senator Warna Biru

BMX Senator Warna Biru

Sekarang gowes pakai sepeda BMX. City bike? jual aja kali ya. Buat nambah celengan, siapa tahu laku. 😀

Ride On Car. Mainan Baru Adik Rafif

Minggu kemarin waktu pulang dari pasar Temanggung atau biasa disebut Pasar Kliwon, Mak’e (nenek) turun dari angkot sambil nenteng mobil mainan yang bisa dinaikin. Aku sengaja nungguin mak’e karena tahu kalau mau di oleh-olehin jeruk. Lagi musim katanya. Sudah pasti, mobil mainan itu untuk adikku yang lucu. Sementara aku jeruk saja. Aku pernah lihat iklan di website jual beli online saat berselancar sama ibu. Nama dari mobil mainan yang bisa dinaikin itu adalah Ride On Car. Artinya? mbuh ora ngerti, aku ora pinter bahasa inggris. 😆

Ternyata mobil mainannya belum dirangkai utuh, akhirnya semua part yang belum terpasang dirangkai sama Pak’e (kakek). Saat itu adik masih tidur, jadi belum tahu kalau dibeliin ride on car sama mak’e. Waktu ibu nengok adik lewat jendela kamar untuk mengecek, (saat itu pak’e ngrangkai partnya dihalaman samping, sebelah kamar adik.) ternyata adik Rafif udah bangun dan merangkak menuju pintu. Mungkin sudah waktunya bangun karena sudah tidur lebih dari 1 jam. Atau mungkin keganggu suara berisik kita yang lagi ngobrol sambil lihat pak’e masang part ride on car.

bangun tidur langsung action

bangun tidur langsung action

Ibu buru-buru ke kamar dan membopong adik untuk melihat mainan baru hadiah dari mak’e. Walau baru bangun, adik sudah antusias pengen naik ride on car yang sudah selesai dirangkai sama pak’e. Dengan aksi nunjuk mainan dan kedua kaki gerak-gerak menandakan adik pingin buru-buru naik ride on car. Sambil dipegangin ibu, dengan cekatan adik pegang setir dan memukul tombol musik yang ada di setir dengan tangannya, dan suara musik anak pun terdengar. Adik senyum senang (melempeng) dan kita pun ikut tertawa.

Sebenarnya ride on car ini belum waktunya dibelikan untuk adik Rafif. Karena seperti yang aku lihat di iklan online, mainan ini untuk usia 1 – 3 tahun (lagipula tidak ada pengaman kiri kanan seperti sepeda roda tiga), sementara adikku baru 7 bulan. Tapi karena tiap sore adik teriak-teriak pingin pinjam punya tetangga (ortunya boleh minjemin tapi anaknya yang nggak boleh, bahkan pegang aja nggak boleh. namanya juga bocah batita 😀 ) akhirnya dibeliin sama mak’e.

Matur nuwun ya Mak.