Cerita Tentang Kopi Kucing

Sawijining dina Setro Mino mertamu ning ngomahe Setro Njingik. Dheweke disuguhi kopi karo Setro Njingik.

Suatu hari Setro Mino bertamu ke rumahnya Setro Njingik. Dia disajikan segelas kopi sama Setro Njingik.

Sajake kopine enak tenan, soale Setro Njingik muja-muji ngalembana marang kopi sing disuguhake. Setro Mino banjur nyruput kopi amarga penasaran marang rasane.

Kelihatannya kopinya enak banget, soalnya Setro Njingik terus memuji dengan kopi yang disuguhkan. Setro Mino lalu menyeruput kopi karena penasaran dengan rasanya.

Setro Mino :”Iki kopi apa, kok rasane rada kecut?”

Setro Mino :”Ini kopi apa, kok rasanya agak kecut?”

Setro Njingik :”Kuwi kopi istimewa, meh padha karo kopi luwak sing larang kae.”

Setro Njingik :”Itu kopi istimewa, hampir sama dengan kopi luwak yang mahal itu”

Setro Mino :”Woo ngono, kopi apa jenenge?”

Setro Mino :”Woo begitu, kopi apa namanya?”

Setro Njingik :”Kopi kucing, aku gawe dhewe.”

Setro Njingik :“Kopi kucing, aku bikin sendiri.”

Setro Mino :”Gaweanmu dhewe, apa sebape diarani kopi kucing?”

Setro Mino :”Bikinanmu sendiri, apa sebabnya dinamai kopi kucing?” Continue reading

Advertisements

Membantu Ibu Membuat Kue Bolu Kukus Cappuccino

Beberapa hari yang lalu (baru sempat posting hari ini) aku minta sama ibu untuk dibuatkan kue bolu. Ibu ngecek ke dapur dulu, apakah masih ada stok tepung terigu. Alhamdulillah masih ada sisa, meskipun tidak banyak tapi kata ibu masih cukup untuk bikin kue. Ibu mengambil beberapa butir telur, dipecahkan dan ditaruh diwadah plastik menambahnya dengan beberapa sendok mentega dan gula pasir. Kemudian aku disuruh membantunya mengaduk adonan tadi dengan mixer yang sudah disiapkan sama ibu.

capek dengan tangan kanan pindah tangan kiri

capek dengan tangan kanan pindah tangan kiri

Pertama aku memegang mixer dengan 2 tangan, terus ibu mengajariku yang satu memegang mixer tangan yang satu lagi memegang wadah. Agak berat, dan aku mulai terbiasa. Mengaduk adonannya lumayan lama menurutku sampai Continue reading