Lungsuran Sepeda Roda Tiga Untuk Adik Rafif

Lungsuran, barang bekas yang masih layak pakai. Beberapa bulan yang lalu saat bapak ada di rumah, bapak bongkar gudang mencari sepeda roda tiga punyaku dulu saat aku masih kecil. Kondisinya masih lumayan bagus, cuma ada bagian yang patah dan perlu dilas juga ada beberapa yang sudah karatan. Kata bapak masih bisa diperbaiki, bisa di lungsurin ke adik Rafif. Sedikit perbaikan lebih hemat daripada beli baru lagi. Sayang, saat mulai dibersihin, dicat ulang (pipa besi tadinya warna abu-abu sekarang jadi warna hitam doff dengan cat semprot) kemudian dirangkai lagi sama bapak aku lagi sekolah. Jadi nggak sempat ambil gambar.

Sejak bulan kemarin, masuk umur 6 bulan adik Rafif sudah mulai belajar duduk. Sebelumnya sudah merangkak ngesot kayak tentara jalan tiarap dengan tangan seperti yang aku lihat di TV. Awal bulan agustus ini adikku sudah sempurna posisi duduknya, bahkan sudah bisa merangkak juga.

sepeda lungsuran dariku

sepeda lungsuran dariku

Karena duduknya sudah kuat nggak roboh dan miring-miring lagi, sekarang adikku jadi sering minta naik sepeda lungsuran dari aku. Sepeda roda tiga ini ada pengaman dan pegangan untuk adik, juga ada pegangan di belakang yang berfungsi untuk mendorong dan membelokkan stang karena ada pengait besi dibawahnya. Jadi adik Rafif tinggal duduk manis sementara aku dan ibu gantian olahraga jalan kaki muterin rumah dan halaman sambil dorong sepeda.

Kadang kalau kita berhenti dorongnya, adik minta jalan lagi dengan kode teriak dan menjerit. Capek deh…

Adik Rafif Mulai Belajar Tengkurap

Sudah 3 bulan lebih 4 hari usia adikku, dan sudah mulai cerewet bahkan pernah menjerit keras sekali sampai-sampai aku, ibu dan pak’e (kakek) yang lagi nungguin adik waktu itu jadi kaget. Bener-bener nggak nyangka bisa menjerit keras banget. Sejak akhir bulan Februari kemarin adik Rafif sudah mulai memiringkan tubuhnya ke arah kiri. Kata ibu itu tanda-tanda kalau adikku mau tengkurap, biasanya dimulai dari umur 3 bulan sampai 6 bulan.

Adik Rafif benar-benar lucu, saat miring pasti ngoceh cerewet. Trus kalau kelamaan miring dan nggak bisa tengkurep akan menjerit keras, mungkin marah atau jengkel karena nggak bisa tengkurap. Aku yang nungguin cuma ketawa saja. Kalau lama nggak ditolongin sama ibu saat capek posisi miring, adikku akan pura-pura nangis. Kata ibu mirip aku waktu kecil dulu, suka pura-pura nangis untuk mencari perhatian. 😀

miring terus tengkurap

miring terus tengkurap

Paling ngegemesin lagi kalau sudah tengkurap, dan nggak bisa balik miring lagi. Karena lehernya belum kuat untuk mengangkat kepalanya, adikku akan teriak alias menjerit. Kalau sudah begitu aku nggak berani balikin badan dik Rafif, harus teriak manggil ibu kalau ibu sedang di dapur atau angkat jemuran. Biar segera menolong dik Rafif agar nggak jerit-jerit kencang. Bahagianya punya adik.