[Intermezzo] Adik Rafif Makan Kabel

Pada suatu hari adik Rafif main ke rumah mak’e (nenek). Adik Rafif merangkak ke ruang tengah, tiba-tiba dia mempercepat gerakan merangkaknya. Sampai di depan pintu kamar adik menemukan potongan kabel warna hitam. Nampaknya dia begitu senang, dan langsung “mlengeh” alias senyum senang.

mlengeh nemu kabel

mlengeh nemu kabel

Setelah dipegang dan senyum-senyum sendiri, adik mulai memperhatikan sekitar. Adik ngelihatin kita yang lagi duduk dan pura-pura cuek dengan tingkah laku adik. Mungkin adik berfikir “ada yang ngelarang gak ya kalau aku makan”.

memperhatikan sekitar

memperhatikan sekitar

Dan tanpa ragu adik langsung memasukkan kabel warna hitam itu kemulutnya. Digigit-gigit dengan gusinya, iya dengan gusi karena adik belum tumbuh gigi. Kita cuma tertawa saja melihatnya. 😆

makan kabel

makan kabel

Tamat.

Lungsuran Sepeda Roda Tiga Untuk Adik Rafif

Lungsuran, barang bekas yang masih layak pakai. Beberapa bulan yang lalu saat bapak ada di rumah, bapak bongkar gudang mencari sepeda roda tiga punyaku dulu saat aku masih kecil. Kondisinya masih lumayan bagus, cuma ada bagian yang patah dan perlu dilas juga ada beberapa yang sudah karatan. Kata bapak masih bisa diperbaiki, bisa di lungsurin ke adik Rafif. Sedikit perbaikan lebih hemat daripada beli baru lagi. Sayang, saat mulai dibersihin, dicat ulang (pipa besi tadinya warna abu-abu sekarang jadi warna hitam doff dengan cat semprot) kemudian dirangkai lagi sama bapak aku lagi sekolah. Jadi nggak sempat ambil gambar.

Sejak bulan kemarin, masuk umur 6 bulan adik Rafif sudah mulai belajar duduk. Sebelumnya sudah merangkak ngesot kayak tentara jalan tiarap dengan tangan seperti yang aku lihat di TV. Awal bulan agustus ini adikku sudah sempurna posisi duduknya, bahkan sudah bisa merangkak juga.

sepeda lungsuran dariku

sepeda lungsuran dariku

Karena duduknya sudah kuat nggak roboh dan miring-miring lagi, sekarang adikku jadi sering minta naik sepeda lungsuran dari aku. Sepeda roda tiga ini ada pengaman dan pegangan untuk adik, juga ada pegangan di belakang yang berfungsi untuk mendorong dan membelokkan stang karena ada pengait besi dibawahnya. Jadi adik Rafif tinggal duduk manis sementara aku dan ibu gantian olahraga jalan kaki muterin rumah dan halaman sambil dorong sepeda.

Kadang kalau kita berhenti dorongnya, adik minta jalan lagi dengan kode teriak dan menjerit. Capek deh…