Membuat Kue Apem Pandan Bersama Ibu

Hari minggu sore tgl 24 April kemarin, pak’e (kakek), mak’e (nenek) dan mbah buyut (ibu mak’e) lagi pada ngumpul nungguin adik Rafif yang lagi ngoceh cerewet di kasur lantai. Seneng banget kayaknya ditungguin rame-rame. Tapi…ada satu yang kurang, yaitu kudapan buat teman ngobrol dan senam mulut. Aku kemudian meminta ibu untuk membuatkan kue apem, mumpung lagi pada ngumpul bisa dinikmati bareng-bareng.

Aku membantu ibu ke dapur untuk menyiapkan bahan-bahannya. Ibu mengambil baskom, kemudian menaruh tepung terigu dan tepung beras (takarannya asal 😀 ) lalu aku diminta untuk mencampurnya. Sementara itu, ibu menyiapkan santan dan menuangkan ke baskom yang sudah ada tepungnya tadi. Menambahkan beberapa sendok gula pasir, sedikit garam dan  essen pandan. Aduk terus sampai rata.

kue apem pandan buatan aku dan ibu :D

kue apem pandan buatan aku dan ibu

Ibu menyiapkan wajan cetakan kue apem diatas kompor, mengolesinya dengan sedikit minyak goreng supaya tidak lengket, dan menyalakan kompor dengan api kecil. Menunggu sebentar agar cetakan panas baru kemudian menuangkan adonan kue apem lalu menutupnya dengan tutup panci. Sesekali dibuka untuk mengecek kematangan kue apemnya, dengan tanda adanya rongga-rongga udara (lubang-lubang kecil kayak di kue surabi), baru kemudian diangkat dengan sendok dan menaruhnya di piring. Setelah melihat yang ibu lakukan, aku mencoba untuk mempraktekannya. Ternyata tidak sulit.

Tiga kali cetakan dan adonan pun habis. Saatnya dinikmati bersama. Yummy.

Advertisements

Ngungsi Nonton TV Ke Tempat Mak’e (Nenek)

Alhamdulillah…UTS (Ulangan Tengah Semester) sudah selesai, mudah-mudahan nilainya memuaskan. Dan seperti biasa, kalau adik Rafif lagi tidur atau sedang digendong sama ibu, aku nonton acara TV sabil tiduran. Tapi sudah seminggu ini sinyal TV di rumahku tiba-tiba hilang, ada beberapa chanel yang hilang kemudian ada lagi. Oh iya, dikampungku setiap rumah memakai antena parabola karena kalau cuma pakai antena UHF biasa tidak bisa alias tidak ada saluran yang terlihat, kalau kata bapak “kepyur” banyak semutnya. 😀

Sekarang kalau mau nonton TV ngungsi dulu ke tempat mak’e (nenek). Untung rumahnya cuma sebelahan, beberapa langkah saja dan aku bisa nonton acara kesukaanku. Satu lagi yang paling aku suka, kadang mak’e masak mie telur kuah, dan aku pun bisa menikmati acara TV sambil makan. Nyam nyam. 😀

Gantiin Ibu Gendong Adik Rafif

Dua minggu terakhir ini aku sering gendong adik Rafif. Kadang sore hari saat gerimis dan aku tidak pergi mengaji, dan yang pasti saat hari minggu. Aku tidak langsung mengangkat dan menggendong sendiri adikku, tapi dibantu sama ibu. Setelah mengalungkan selendang ke pundak kanan dan menyilangkan ke tangan kiriku, baru kemudian adik Rafif di tidurkan sama ibu di selendang yang aku tahan dengan tangan kiriku. Seletah itu ibu menalikan ikatan selendang di pundak kananku, biar tidak melorot. Tidak lupa bantal kecil untuk menyangga leher dan kepala adikku. Saat aku gendong, adik Rafif senyum dan bersuara ngajak ngomong, dan aku ikutin aja suara yang keluar dari mulutnya. Pokoknya kayak mau ngajak ngobrol gitu.

gendong adik Rafif

gendong adik Rafif

Baru beberapa menit aku gendong, tiba-tiba aku merasakan rasa hangat diperutku. Benar saja, adikku yang gundul ini ngompol. Spontan aku ngomong “Eee..ha ngewer” (Eee..pipis lagi), seperti kata Mak’e (nenekku) saat adik Rafif ngompol digendongannya.  Ibu membantu melepaskan ikatan selendang dan mengganti popok adikku, sementara itu aku ganti baju dan mengambil selendang lain untuk gendong adik Rafif lagi. Senang rasanya bisa bantu ibu gendong adik, biarpun sering diompoli.

 

Melihat Ibu Menjahit, Membuat Baju Pesanan Mak’e

Siang tadi, setelah makan siang, aku melihat ibu masih sibuk memotong kain untuk membuat baju. Katanya pesenan dari Mak’e (panggilanku kepada nenek, ibu dari ibuku) yang dibawa ibu dari Temanggung waktu aku libur sekolah dulu.

kain merah marun

kain merah marun

Kainnya berwarna merah, kalau kata ibu warnanya merah marun. Setelah selesai dipotong ibu mengambil benang jahit yang warnanya sama dengan kain. Aku memperhatikan cara Continue reading