Mendengarkan Dagelan Mataram Basiyo, Pelawak Kondang Dari Yogyakarta

Sebenarnya sudah lama rekaman dalam format mp3 Dagelan Mataram Basiyo ini didengarkan oleh bapak dan ibu, tapi saat itu (waktu masih di Bandung) aku belum begitu ngerti dengan bahasa Jawa. Meskipun bapak dan ibu waktu di Bandung dulu komunikasi pakai bahasa jawa, tapi kalau ngobrol sama aku kadang campur bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Karena aku belum begitu mengerti, baru sedikit yang aku tahu.

Sekarang, setelah lama tinggal di Temanggung (meskipun belum ada setahun) aku sudah mengerti banyak kosa kata bahasa jawa, tau arti dan maksudnya. Soalnya kalau di sekolah pada ngobrol pakai bahasa jawa, dan kalau ada kata yang nggak tahu aku tanya sama temanku.

nyomot mbah gugel

nyomot mbah gugel

Basiyo adalah seorang pelawak dari Yogyakarta dengan menggunakan bahasa Jawa. Lawakan Basiyo menjadi terkenal di daerah Jawa Tengah melalui siaran radio, televisi (TVRI), dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta. Basiyo lahir di Yogyakarta, pada 1916, meninggal pada 31 Agustus 1979 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Terban, Yogyakarta. Sepanjang kariernya sebagai komedian, Basiyo melahirkan lebih dari seratus judul karya dalam bentuk pita kaset dan data digital yang hingga kini masih dikenal sebagian masyarakat. Di antaranya yang cukup populer adalah mBecak dan Maling Kontrang-kantring. (wikipedia)

 

Dari semua dagelan mataram Basiyo dan kawan-kawan yang aku dengar, aku paling suka dengan judul Maling Kontrang Kantring. Benar-benar bikin ngakak, bapak saja yang sudah puluhan kali dengar tetap tertawa ngakak. Pokoknya Basiyo dan Darsono (kancil) selalu bikin ngakak. 😆

Gantiin Ibu Gendong Adik Rafif

Dua minggu terakhir ini aku sering gendong adik Rafif. Kadang sore hari saat gerimis dan aku tidak pergi mengaji, dan yang pasti saat hari minggu. Aku tidak langsung mengangkat dan menggendong sendiri adikku, tapi dibantu sama ibu. Setelah mengalungkan selendang ke pundak kanan dan menyilangkan ke tangan kiriku, baru kemudian adik Rafif di tidurkan sama ibu di selendang yang aku tahan dengan tangan kiriku. Seletah itu ibu menalikan ikatan selendang di pundak kananku, biar tidak melorot. Tidak lupa bantal kecil untuk menyangga leher dan kepala adikku. Saat aku gendong, adik Rafif senyum dan bersuara ngajak ngomong, dan aku ikutin aja suara yang keluar dari mulutnya. Pokoknya kayak mau ngajak ngobrol gitu.

gendong adik Rafif

gendong adik Rafif

Baru beberapa menit aku gendong, tiba-tiba aku merasakan rasa hangat diperutku. Benar saja, adikku yang gundul ini ngompol. Spontan aku ngomong “Eee..ha ngewer” (Eee..pipis lagi), seperti kata Mak’e (nenekku) saat adik Rafif ngompol digendongannya.  Ibu membantu melepaskan ikatan selendang dan mengganti popok adikku, sementara itu aku ganti baju dan mengambil selendang lain untuk gendong adik Rafif lagi. Senang rasanya bisa bantu ibu gendong adik, biarpun sering diompoli.

 

Salam

Sudah lama tidak login ke blog ini, terakhir posting saat awal puasa. Setelah itu aku pindah ke Temanggung dan baru kali ini login lagi. Kenapa? karena paket BBnya tidak diaktifin sama bapak. Komputer, laptop? belum punya. Kata bapak dan ibu biar aku banyak bermain dan berkenalan dengan teman-teman di kampung. Mumpung liburan.

Hari ini diaktifin sama ibu paket BBnya, ada yang mau di update. Paket full service satu hari saja. 😀

Ada satu hal yang bikin aku sedih. Ternyata selama ± 3 minggu libur di kampung waktu Ramadan kemarin, bapak balik kerja lagi ke Bandung, kata bapak banyak angka yang belum diselesaikan disana. Nanti beberapa bulan sekali bapak pulang ke Temanggung. Kenapa nggak tiap minggu atau sebulan sekali? kata bapak berat diongkos, uangnya bisa ditabung untuk keperluan yang lain. Siap kataku, lagipula sewaktu waktu aku kangen dan pingin ngobrol bisa lewat telepon.

Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Alloh SWT. Aamiin.

Posted from WordPress for BlackBerry.