Ride On Car. Mainan Baru Adik Rafif

Minggu kemarin waktu pulang dari pasar Temanggung atau biasa disebut Pasar Kliwon, Mak’e (nenek) turun dari angkot sambil nenteng mobil mainan yang bisa dinaikin. Aku sengaja nungguin mak’e karena tahu kalau mau di oleh-olehin jeruk. Lagi musim katanya. Sudah pasti, mobil mainan itu untuk adikku yang lucu. Sementara aku jeruk saja. Aku pernah lihat iklan di website jual beli online saat berselancar sama ibu. Nama dari mobil mainan yang bisa dinaikin itu adalah Ride On Car. Artinya? mbuh ora ngerti, aku ora pinter bahasa inggris. 😆

Ternyata mobil mainannya belum dirangkai utuh, akhirnya semua part yang belum terpasang dirangkai sama Pak’e (kakek). Saat itu adik masih tidur, jadi belum tahu kalau dibeliin ride on car sama mak’e. Waktu ibu nengok adik lewat jendela kamar untuk mengecek, (saat itu pak’e ngrangkai partnya dihalaman samping, sebelah kamar adik.) ternyata adik Rafif udah bangun dan merangkak menuju pintu. Mungkin sudah waktunya bangun karena sudah tidur lebih dari 1 jam. Atau mungkin keganggu suara berisik kita yang lagi ngobrol sambil lihat pak’e masang part ride on car.

bangun tidur langsung action

bangun tidur langsung action

Ibu buru-buru ke kamar dan membopong adik untuk melihat mainan baru hadiah dari mak’e. Walau baru bangun, adik sudah antusias pengen naik ride on car yang sudah selesai dirangkai sama pak’e. Dengan aksi nunjuk mainan dan kedua kaki gerak-gerak menandakan adik pingin buru-buru naik ride on car. Sambil dipegangin ibu, dengan cekatan adik pegang setir dan memukul tombol musik yang ada di setir dengan tangannya, dan suara musik anak pun terdengar. Adik senyum senang (melempeng) dan kita pun ikut tertawa.

Sebenarnya ride on car ini belum waktunya dibelikan untuk adik Rafif. Karena seperti yang aku lihat di iklan online, mainan ini untuk usia 1 – 3 tahun (lagipula tidak ada pengaman kiri kanan seperti sepeda roda tiga), sementara adikku baru 7 bulan. Tapi karena tiap sore adik teriak-teriak pingin pinjam punya tetangga (ortunya boleh minjemin tapi anaknya yang nggak boleh, bahkan pegang aja nggak boleh. namanya juga bocah batita 😀 ) akhirnya dibeliin sama mak’e.

Matur nuwun ya Mak.

Advertisements

Lebaran Dan Liburan Ke Candi Borobudur

Artikel pertama setelah lebaran 1437 Hijriyah. Mumpung masih bulan syawal, tidak lupa saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1437H mohon maaf lahir & batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT. Aamiin.

Kembali ke laptop topik. Lebaran kali ini aku di ajak saudara (keluarga) dari Bogor (mama dan ayah Aurel) yang mudik ke Temanggung untuk liburan alias jalan-jalan ke candi Borobudur di kota Magelang. Kebetulan sekali, aku belum pernah kesana. Rencananya kami sekeluarga (bapak, ibu, adik Rafif dan aku) disuruh ikut semua, tapi setelah ngobrol ini itu dengan berbagai pertimbangan (disana panas dan pasti penuh sesak, kasihan adik Rafif nantinya) akhirnya hanya aku dan bapak saja yang ikut ke candi Borobudur.

Pukul 10:00WIB (lebih dikit) kita start dari Temanggung. Menuju ke arah Kranggan perjalanan masih lancar. Masuk ke Secang sampai Magelang mulai deh acara macetnya. Mau lewat jalur alternatif ke arah Magelang ternyata di tutup, jalur itu di buka untuk yang dari arah Magelang ke Temanggung saja. Yang tadinya 2 arah sekarang jadi 1 arah, untuk mengurangi kemacetan. Perjalanan ke candi Borobudur ternyata lumayan lama. Setelah masuk melewati gapura selamat datang area wisata candi ternyata ke tempat candi Borobudur masih lumayan jauh, ±20 menit. Kita masuk ke parkiran barat dan sudah disambut oleh pedagang yang menjajakan topi Chartwheel, Fedora dan Baseball cap (nama-nama topinya dikasih tahu sama bapak  😀 ). Saudaraku Aurel dan adiknya membeli Chartwheel, sementara aku dari rumah sudah bawa payung kecil dan Bucket hat summer & rain punya bapak.

bete tapi seneng. puanase pol.

bete tapi seneng. puanase pol.

Menaiki anak tangga menuju loket pembelian tiket (harga tiket: dibawah 10 tahun Rp 15.000, diatas 10 tahun Rp. 30.000), setelah itu jalan menuju ke arah candi. Sebenarnya ada 2 pilihan untuk menuju ke arah candi, jalan kaki atau dengan mobil kereta. Dan kita memilih jalan kaki saja, bareng rame-rame sama pengunjung yang lain. Dan benar seperti yang bapak perkirakan, area candi penuh sesak. Baik dari pengunjung yang mau naik juga dari pengunjung yang turun. Naik terus menuju stupa puncak yang paling besar dan…disana penuh sesak, jalan himpit-himpitan, nggak nyaman banget pokoknya. Istirahat beberapa saat lalu turun ke tingkat yang dibawahnya. ±1,5 jam kita berada di candi, kemudian turun himpit-himpitan lagi menuju parkiran dan pulang. Tidak lupa mampir ke pedagang penjual kaos gambar candi borobudur Rp 50.000 dapat 3pcs. Aku beli warna hitam, pink dan biru (yang biru buat ibu). Mama Aurel beli kaos banyak untuk oleh-oleh ke Bogor. Setelah bermacet-macet ria akhirnya maghrib kita sampai juga di rumah.

Terima kasih ya mama & ayah Aurel, sehat selalu dan rejeki lancar. Sampai ketemu lebaran berikutnya. 😀

Kuliner Ekstrim Dari Gunungkidul

Buka-buka foto lama nemu foto saat aku lagi makan belalang goreng. Mungkin saat itu aku masih TK atau mungkin SD kelas 1 di Bandung, kelihatan dari pipiku yang masih cabi alias tembem. Sekarang juga masih cabi, tapi nggak terlalu. 😛

Belalang goreng itu dibeli bapak waktu pulang ke Gunungkidul, saat itu aku nggak ikut karena nggak libur sekolah. Bapak membelinya bukan di toko oleh-oleh, tapi di penjual pinggir jalan di daerah Mijahan (kalau ga salah). Belalang gorengnya dikemas dengan toples mika ukuran sedang (toples mika ukuran kue lebaran) dengan rasa pedas dan original. Kata bapak 1 toples ditawarkan dengan harga Rp.25.000,-. Karena bapak beli 2, sama penjualnya di diskon Rp.5.000,-. Oleh-oleh buat aku sama ibu katanya.

setelah dibersihkan kaki-kaki belalangnya

belalang goreng pedas

Bapak menyarankan untuk mencopot kaki-kaki dan suthang (kaki bagian belakang) sebelum dimakan, karena untuk yang pemula kalau ngunyahnya kurang lembut bisa nyangkut dan bikin kesedak, karena ada duri-duri kecilnya. Bismillah..dan aku mencoba makan satu dulu. Karena untuk sebagian orang yang baru pertama kali mengkonsumsi belalang bisa gatal-gatal alias biduran. Karena tidak ada reaksi biduran, akhirnya aku lanjut makan belalang goreng sama bapak dan ibu sambil minum teh hangat. Yummy… 😀

Bakar Batu Granito, Oleh-Oleh Dari Bapak Awal Bulan Ini

Oleh-oleh kok batu, apa nggak berat bawanya?. Awal bulan ini bapak pulang lagi untuk menyambut kelahiran adikku, juga untuk menghadiri acara kerabat yang mau melaksanakan pesta pernikahan. Selain membawa oleh-oleh pesenanku dan pesenan ibu, ternyata bapak juga membawa batu akik granit bentuk persegi panjang untuk bebakaran.

bakar batu granito

bakar batu granito

Bakar batu yang bapak bawa berukuran panjang 30cm dan lebar 20cm dengan berat ± 2Kg. Cara pakainya tinggal taruh diatas kompor, nyalakan kompor dan tunggu sekitar 5 menit agar panas merata dan siap digunakan. Ditulisan labelnya bisa untuk bakar Continue reading

Review Zanana Chips. Keripik Pisang Kekinian

Makan keripiknya (oleh-oleh dari Bandung) sudah satu bulan yang lalu, tapi ulasannya baru sekarang. Nggak apa-apa ya, masih ingat kok rasanya gimana. Hmm…jadi pengen yang rasa coklat lagi deh. 😀

Ada 5 macam rasa Zanana Chips yang dibawa pulang bapak untuk oleh-oleh buat aku. Cocholate, Milk Creamy, Green Thai Tea, Smoked Beef, dan Classy Spicy. Yang pertama aku icip adalah yang rasa coklat tentunya, dan aku langsung suka. Buka lagi yang milk creamy, menurutku kok rasanya aneh, susu banget, mending minum susunya deh. Aku cuma icip beberapa saja, kemudian aku kasih ke Mak’e.

Zanana Chips 5 Rasa

Zanana Chips 5 Rasa

Besoknya pulang dari sekolah aku buka yang classy spicy. Ini yang enak, rasanya gurih-gurih pedes, dan jadi temen nonton acara Continue reading

Zanana Chips, Oleh-Oleh Dari Bandung

Senang sekali saat bapak tiba-tiba sampai di rumah Temanggung. Bukan hari ini, tapi sudah dari hari minggu kemarin. Nggak ada kabar kalau mau mudik. Tiba-tiba ngelonin aku saat aku masih ngorok.

Bapak sampai di rumah kurang lebih pukul setengah enam pagi. Naik bus malam dari Bandung turun di Magelang kemudian dilanjut naik bus kecil menuju ke Temangung.

Zanana Chips

Zanana Chips

Bapak membawa oleh-oleh keripik pisang, dalam kemasan karton warna kuning yang menarik dengan 5 macam rasa. Saat aku tanya belinya dimana dan harganya berapa? Bapak bilang keripik kekinian dari Bandung dan nggak usah bayar karena bapak yang jualan. Ada-ada saja 😀

Tapi ternyata benar, bapak memang Continue reading