Akhirnya, Dapat Juga Pensil Dermatograph Warna Hitam

Sebelumnya pernah aku ceritakan disini, kalau aku mau membeli pensil dermatograph. Buat apa sih? ya buat menulis & menggambar. Kenapa pakai pensil dermatograph? karena kata ibu Yuli guru kelasku, pensil ini bisa untuk menggambar bukan hanya di kertas saja, tapi bisa di plastik, kayu, keramik, dan kaca. Jadi, nanti kalau sewaktu-waktu ada tugas ketrampilan dengan media plastik atau keramik pensil ini bisa digunakan. Selain itu aku juga jadi tahu apa itu pensil dermatograph.

DermatografDermatograf adalah jenis pensil dengan inti tebal dan diselimuti gulungan kertas yang menggantikan kayu yang biasa digunakan di pensil biasa. Awalnya digunakan untuk menulisi kulit, namun kemudian juga populer untuk menulisi kaca, keramik, logam, vinil, selofan, plastik, hingga kulit. Pensil ini tidak perlu diraut, cukup dengan merobek kertas pembungkusnya sedikit demi sedikit. Karena tidak diraut, biasanya ujungnya tumpul. (wikipedia)

Kebetulan, pulang sekolah tadi bapak mampir dulu ke toko alat tulis di Gerlong Girang (daerah AA Gym) untuk membeli buku. Jadi sekalian aku ngomong sama bapak minta dibeliin Continue reading

Advertisements

Membeli Pensil Dermatograph Di Toserba Swalayan

Kemarin malam, selepas shalat isya aku mengajak ibu dan bapak untuk pergi ke Toserba Swalayan di jalan Setiabudi. Ternyata bapak dan ibu memang berencana untuk ke Toserba. Ibu mau membeli sabun cuci dan gula pasir, sementara bapak mau membeli filter gantung atau hanging filter untuk akuariumku. Aku sendiri mau membeli pensil dermatograph.

Setelah sampai di toserba, aku menuju ketempat penitipan barang untuk menitipkan jaket. Kemudian menyusul ibu yang sudah duluan masuk sambil membawa keranjang belanja diikuti bapak. Sementara ibu ke lantai 2 untuk membeli yang sudah ibu catat, aku dan bapak ke lantai dasar untuk mencari filter akuarium. Setelah mencari dan bertanya kepada petugas yang disitu, ternyata filter akuarium yang bapak maksud tidak ada, tinggal yang biasa seperti dirumah.

baca aja belinya kapan-kapan

baca aja belinya kapan-kapan

Karena yang dicari nggak ada, aku dan bapak kemudian menyusul ibu ke lantai 2. Cuma mau ngomong sama ibu kalau aku dan bapak mau ke lantai 3 ke tempat alat-alat tulis untuk Continue reading