Main Ke Kids Fun Laris SwalayanTemanggung

Main ke Kids Fun Temanggung. Sebenarnya sudah lama sih, tapi belum sempet di publish. Aku main ke kids fun setelah mampir dari Ice Corner (ceritanya disini) waktu mau beli pensil warna. Kids fun ini berada di lantai 2 Laris swalayan. Naik tangga lewat sebelah pintu masuk utama langsung menuju tempat penukaran koin. Aku lupa harga 1 koinnya (bapak yang beli soalnya), kalau nggak salah Rp 1500.

Setelah dapat koin aku langsung menuju ketempat kesukaanku. Balap mobil Mario Bros. Selain adu cepat juga saling lempar senjata yang di dapat saat balapan dengan mencet (pukul) tombol warna merah disebelah kanan.

balap mobil mario bros kids fun laris swalayan

balap mobil mario bros kids fun laris swalayan

Tiga kali balapan aku nomor 1 terus, bosen balapan aku pindah ke bola pantul. Nggak tau namanya apa, pokoknya masukin koin tekan tombol ada bola yang menggelinding dan memantul kemudian masuk ke lobang yang ada angkanya. Saat itu bolanya masuk ke angka 60. Dan aku mengulanginya beberapa kali lagi. Setelah itu pindah ke permainan mukul bedug eh drum eh embuh jenenge opo. 😆

Dilayar muncul monyet yang mengumpulkan pisang dan buah lainnya sesuai bedug yang kita pukul. Bedug utama yang besar gambar buah pisang, dan yang kecil kiri kanan gambar buah strawberry dan anggur.

pukul bedug kids fun laris swalayan temanggung

pukul bedug kids fun laris swalayan temanggung

Capek juga mukulnya, ada beberapa buah yang nggak sempat keambil. Akhirnya dibantuin sama bapak mukul bedugnya. Setiap selesai permainan ada tiket yang keluar dari mesin dan aku tukar dengan snack.

Mampir Di Ice Corner Temanggung

Aku baru dua kali ke Ice Corner Temanggung, pertama saat diajak sama pak Wawan (adik ibu) dan yang kedua sama bapak waktu mudik bulan kemarin. Maklum tinggal di kampung jauh dari kota, selain itu uang jajan juga terbatas. 😛

Waktu sama bapak bulan kemarin sebenarnya rencana awal mau ke Laris swalayan beli pensil warna sekalian aku pingin main di Kids Fun, karena sudah lama nggak main kesana. Saat sudah nyampai di alun-alun Temanggung harusnya kita jalan lurus kemudian belok kanan menuju swalayan, tapi bapak malah membelokkan stang sepeda motor ke kiri menuju parkiran Ice Corner Temanggung. Mampir dulu kata bapak, karena masih siang, makan es krim biar seger. Aku hayuk aja.

Masuk ke Ice Corner Temanggung kita menuju meja pemesanan, menulis menu yang kita inginkan dan memberikannya ke pelayan lalu kita naik ke lantai 2 menunggu pesanan datang. Ternyata diatas sudah banyak orang, tinggal sisa 2 meja kosong lagi. Dan kita ambil yang dekat jendela.

ice corner temanggung

ice corner temanggung

Tidak menunggu lama pesanan datang, ice cream banana split, ice cream mix fruit, mie italia alias spageti dan milkshake oreo. Aku sengaja pesan spageti karena dari rumah memang belum makan, cuma ngemil beberapa biskuit aja setelah pulang sekolah. Kata bapak harga menunya termasuk murah (ada harga ada rasa), 4 macam menu tadi tidak sampai 40rb. Dan menurut aku sendiri milkshakenya kurang manis, akhirnya dihabisin sama bapak. Ah..jadi pingin kesana lagi, kapan ya? hujan-hujan makan es krim kayaknya enak. Yummy

 

Akhirnya, Dapat Juga Pensil Dermatograph Warna Hitam

Sebelumnya pernah aku ceritakan disini, kalau aku mau membeli pensil dermatograph. Buat apa sih? ya buat menulis & menggambar. Kenapa pakai pensil dermatograph? karena kata ibu Yuli guru kelasku, pensil ini bisa untuk menggambar bukan hanya di kertas saja, tapi bisa di plastik, kayu, keramik, dan kaca. Jadi, nanti kalau sewaktu-waktu ada tugas ketrampilan dengan media plastik atau keramik pensil ini bisa digunakan. Selain itu aku juga jadi tahu apa itu pensil dermatograph.

DermatografDermatograf adalah jenis pensil dengan inti tebal dan diselimuti gulungan kertas yang menggantikan kayu yang biasa digunakan di pensil biasa. Awalnya digunakan untuk menulisi kulit, namun kemudian juga populer untuk menulisi kaca, keramik, logam, vinil, selofan, plastik, hingga kulit. Pensil ini tidak perlu diraut, cukup dengan merobek kertas pembungkusnya sedikit demi sedikit. Karena tidak diraut, biasanya ujungnya tumpul. (wikipedia)

Kebetulan, pulang sekolah tadi bapak mampir dulu ke toko alat tulis di Gerlong Girang (daerah AA Gym) untuk membeli buku. Jadi sekalian aku ngomong sama bapak minta dibeliin Continue reading