Malam Terakhir Rawat Inap Di RSAU dr. M. SALAMUN

Hari ini adalah malam terakhir ibu rawat inap di Ruang Merpati RSAU dr. M. SALAMUN.  Kata dokter sore tadi, ibu besok sudah boleh pulang alias rawat jalan. Soalnya sudah tidak mual muntah lagi, dan yang pasti setiap makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu tidak dimuntahkan lagi.

Infus terakhir malam ini beda dengan biasanya yang berwarna bening. Malam ini infus ibu berwarna keunguan, kayak sirup anggur. Kata suster yang tadi mengganti infus, cairan yang disuntikkan ke dalam labu infus adalah vitamin. Biar stamina ibu cepet pulih.

cairan infusnya berwarna

cairan infusnya berwarna

Untuk antisipasi mual nanti di rumah, katanya ibu tadi sudah ngomong sama dokter untuk dibuatkan resep obat anti mual. Besok, sekalian pulang resep obat anti mual bisa diambil dibagian administrasi, kemudian menebusnya di apotek rumah sakit. Sehat terus ya ibu dan calon adik aku, jangan balik rawat inap lagi. Aamiin.

Menunggu Ibu Rawat Inap (Lagi) Di RSAU dr. M. SALAMUN

Minggu pagi kali ini aku dan bapak kembali  mengantar ibu ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSAU dr. M. SALAMUN. Padahal biasanya kalau hari minggu kesini kita cuma nitip parkir motor, kemudian jalan kaki ke arah Punclut. Hari ini benar-benar parkir motor dan menginap di sini.

Malam jumat kemarin sebenarnya sudah kesini juga, rencana mau rawat inap, tapi ternyata kamar kebidanan penuh. Akhirnya bapak minta sama dokter untuk melakukan penanganan sementara alias minta infus dan obat mual karena keadaan ibu yang semakin lemah.

gelang rekam medis

gelang rekam medis ibu

Dan hari ini, untuk kesekian kalinya ibu di infus. Semoga cepat sehat, tidak kambuh lagi mual muntahnya dan bisa makan apa saja yang ibu mau dan menjadi gemuk lagi. Karena selama hamil dan mual muntah, berat Continue reading

Menunggu Ibu Rawat Inap Di Rumah Bersalin

Hari sabtu tgl 30 Mei 2015, ibu terpaksa harus rawat inap. Kondisi ibu lemah karena kurangnya cairan gara-gara mual dan muntah terus. Sebelumnya aku tidak tahu kalau ibu mau rawat inap, soalnya pagi hari saat aku mau berangkat sekolah ibu masih tiduran di kasur. Kata bapak, setelah mengantar aku ke sekolah kemudian bapak mengantar ibu untuk periksa ke Rumah Bersalin di daerah Gerlong Hilir. Katanya sampai disana tidak ada dokter yang praktek (jadwal senin sampai jumat), sementara bidan yang biasa menangani juga kebetulan sedang keluar kota. Jadinya pagi hari itu cuma daftar, ngecek tekanan darah (tensi), timbang badan dan dicek seadanya sama suster jaga. Dan disuruh datang lagi habis maghrib, katanya bidan yang bisa membantu dijadwalkan sudah datang dari luar kota.

sudah ditambah obat anti mual

sudah ditambah obat anti mual

Setelah isya kita berangkat ke Rumah Bersalin untuk mengantar ibu agar mendapat perawatan secepatnya. Karena pagi sudah daftar dan dicek, sampai disana langsung diarahkan ke ruang istirahat dengan kelas yang dipilih sama bapak (yang murah 😀 ). Kemudian di cek lagi Continue reading

Ternyata rasa mual yang ibu alami bukan karena sakit maag

Selama seminggu terakhir ini blog kosong melompong. Maklum, karena seminggu terakhir ini aku dan bapak lagi (sibuk) saling membantu untuk mengurus ibu yang sering mual dan (maaf) muntah. Sampai-sampai untuk masak pun bapak yang melakukan, (walaupun kadang-kadang lauknya beli) sementara nasinya bapak menanak sendiri di rice cooker.

Rasa mual yang ibu alami tidak mengenal waktu. Kadang pagi sebelum aku berangkat sekolah, siang juga dan kalau malam lebih sering. Bahkan kata bapak, karena rasa mual yang dialami itu, ibu sampai kurang tidur. Baru tidur sekejap trus mualnya kambuh akhirnya nggak bisa tidur lagi.

Ternyata rasa mual yang dialami ibu (yang aku ceritakan minggu lalu) bukan karena sakit maag. Tapi karena ibu sedang mengandung alias hamil. Senang sekali rasanya, aku mau punya adik yang bisa aku ajak bermain. Kata bapak usia kehamilan ibu saat ini ± 9 minggu (sekitar 2 bulan lebih). Sebenarnya ibu sempat rawat inap di Rumah Bersalin, insyaallah besok (di artikel selanjutnya) aku ceritakan. Karena kurangnya asupan makanan dan minuman yang masuk ke perut ibu.

Mohon doanya ya semua, agar ibu dan adik ku selalu diberi kesehatan dan semoga semuanya berjalan dengan lancar. Aamiin.