Ternyata rasa mual yang ibu alami bukan karena sakit maag

Selama seminggu terakhir ini blog kosong melompong. Maklum, karena seminggu terakhir ini aku dan bapak lagi (sibuk) saling membantu untuk mengurus ibu yang sering mual dan (maaf) muntah. Sampai-sampai untuk masak pun bapak yang melakukan, (walaupun kadang-kadang lauknya beli) sementara nasinya bapak menanak sendiri di rice cooker.

Rasa mual yang ibu alami tidak mengenal waktu. Kadang pagi sebelum aku berangkat sekolah, siang juga dan kalau malam lebih sering. Bahkan kata bapak, karena rasa mual yang dialami itu, ibu sampai kurang tidur. Baru tidur sekejap trus mualnya kambuh akhirnya nggak bisa tidur lagi.

Ternyata rasa mual yang dialami ibu (yang aku ceritakan minggu lalu) bukan karena sakit maag. Tapi karena ibu sedang mengandung alias hamil. Senang sekali rasanya, aku mau punya adik yang bisa aku ajak bermain. Kata bapak usia kehamilan ibu saat ini ± 9 minggu (sekitar 2 bulan lebih). Sebenarnya ibu sempat rawat inap di Rumah Bersalin, insyaallah besok (di artikel selanjutnya) aku ceritakan. Karena kurangnya asupan makanan dan minuman yang masuk ke perut ibu.

Mohon doanya ya semua, agar ibu dan adik ku selalu diberi kesehatan dan semoga semuanya berjalan dengan lancar. Aamiin.

Si Melon 3Kg Naik Lagi

Hari ini bapak beli si melon alias LPG 3kg (orang-orang sini menyebutnya Gas 3 kilo), katanya buat cadangan. Soalnya kalau nggak punya cadangan suka repot, sering kosong, baik di agen, toko seberang jalan maupun di mini market. Hari ini harganya naik seribu rupiah.

melon 3kg naik seribu

melon 3kg naik seribu

Dulu pernah, waktu ibu mau bikin tahu dan tempe bacem kompornya cuma nyala sebentar, gasnya habis. Bapak pergi beli gas ke agen ternyata kosong, ke toko seberang jalan yang harganya lebih mahal ternyata juga kosong, kemudian ke Continue reading