Kue Turbo. Turahan Bodo Alias Sisa Lebaran

Toples-toples yang menghiasi meja ruang tamu dan ruang tengah isinya sudah menipis, bahkan banyak yang kosong dan dicuci lalu disimpan di lemari. Alhamdulillah banyak saudara dan tetangga yang mampir ke rumah, kue bikinan ibu laris manis. Beberapa hari yang lalu aku dengar ibu ngomong kue turbo, waktu beresin toples yang sudah kosong . Saat aku tanyain turbo itu apa? ternyata artinya turahan bodo alias sisa lebaran. Jadi maksud kue turbo adalah kue sisa lebaran. Ada-ada gajah saja. 😆

Sebelum lebaran kemarin ibu bikin kue sendiri (sebagian lagi beli untuk pelengkap) untuk isi toples buat saudara atau tetangga yang datang ke rumah. Ibu bikin kuenya pagi hari sehabis sahur, mumpung adik Rafif masih pulas tidurnya. Ada kuping gajah, nastar, widaran asin, peyek kacang, kue kacang, onde ceplis, akar kelapa, stik keju, kue bentuk hati dikasih ceres warna warni dan kue yang di tengahnya di kasih choco chip, nggak tahu kue apa namanya. Eh iya, kue roda dokar alias kembang goyang yang dikasih wijen kesukaanku gagal dibikin. Akhirnya diuleni lagi sama ibu dan dibikin stik wijen.

kue bikinan ibu

kue bikinan ibu

Saat sungkem dan berkunjung ke tempat saudara dan tetangga saat idul fitri kemarin, yang pertama kali aku cari adalah kembang goyang. Jadi setelah sungkem dan dipersilahkan icip kue, aku langsung buka toples kembang goyang. Sementara ibu dan bapak ngobrol dengan pemilik rumah. 😛

Mereka rata-rata membuat sendiri kue itu, aku jadi bisa ngrasain kue kembang goyang bikinan saudara dan tetangga. Dan saat sungkem ke tempat mak dhe, aku dikasih kue kembang goyang satu plastik penuh ukuran besar untuk dibawa pulang. Senang banget pokoknya kalau lebaran, selain dikasih uang sama saudara juga bisa icip macam-macam kue lebaran.

Semoga kita masih bisa menikmati lebaran yang akan datang. Aamiin.

Hari Penerimaan Rapor, Dan Rapor Ku Menginap Di Tata Usaha

Singkat saja. Hari ini aku menerima rapor, dan rapornya kembali dititipkan sama bapak ke ibu Yanti bagian Tata Usaha. Seperti yang aku dengar pembicaraan bapak dan ibu beberapa waktu yang lalu, bahwa untuk tahun ajaran baru nanti saat aku naik kelas 3 (tiga) aku akan pindah sekolah ke Temanggung.

Pembicaraan itu benar. Aku tadi bertanya sama bapak saat selesai menerima rapor dan tidak langsung pulang. Melainkan ke bagian tata usaha untuk melengkapi syarat-syarat pengajuan pindah sekolah. Untuk urusan ke Dinas Pendidikan Kota Bandung semuanya bapak serahkan ke ibu Yanti, karena bukan aku saja, ada siswa dari kelas lain yang juga mau pindah. Jadi minta diuruskan sekalian.

Perasaanku bagaimana? sedih atau senang? ah…nggak tahu lah. Pokoknya tadi lupa pamit (maaf ya semuanya) sama teman-teman kelasku, cuma salaman sama ibu Yuli saja. 😦