Topeng Ireng

Sore ini sehabis mandi aku nonton topeng ireng di dusun Jurang desa Kemloko. Acara ini mungkin untuk menyambut pergantian tahun, karena setahuku di dusun Jurang sedang tidak ada hajatan.

Topeng Ireng adalah satu bentuk tradisi seni pertujukan yang berasimilasi dengan budaya lokal Jawa Tengah. Topeng Ireng yang juga dikenal sebagai kesenian Dayakan[1] ini adalah bentuk tarian rakyat kreasi baru yang merupakan hasil metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo.[2] (wikipedia)


Kalau tidak salah baca di banner yang ada di panggung tadi ada tulisan “Satrio Manunggaling Budoyo” grup seni topeng ireng dari dusun Jurang. Sebelum acara selesai aku sekeluarga beranjak pulang. Keburu maghrib.

Eh iya…selamat tahun baru 2017 semuanya. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

Advertisements

Jumat Pagi Sarapan Ubi

Jumat pagi sarapan ubi. Hujan dari semalam belum berhenti juga. Pagi ini cuaca didesaku tambah dingin, gemericik air masih turun dari langit. 

Bapak sudah sibuk di dapur, mau mengupas ubi dan menggorengnya. Ubi ini minta ma’e (nenek), beberapa hari yang lalu ma’e beli ubi satu karung besar. Tekstur ubinya kalau dibelah ada warna ungunya.


Setelah dikupas kemudian ubi dipotong-potong. Dikasih sedikit garam lalu di ongklok (diaduk dengan menggoyangkan wadah) agar garam merata.


Sengaja bapak tidak menambahkan tepung terigu seperti biasa kalau ibu yang goreng, biar cepet katanya. Digoreng dengan api sedang dan tunggu beberapa menit ubi siap disajikan. Bismillah…haphap, kering diluar dan empuk didalam. 

Lebaran Dan Liburan Ke Candi Borobudur

Artikel pertama setelah lebaran 1437 Hijriyah. Mumpung masih bulan syawal, tidak lupa saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1437H mohon maaf lahir & batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT. Aamiin.

Kembali ke laptop topik. Lebaran kali ini aku di ajak saudara (keluarga) dari Bogor (mama dan ayah Aurel) yang mudik ke Temanggung untuk liburan alias jalan-jalan ke candi Borobudur di kota Magelang. Kebetulan sekali, aku belum pernah kesana. Rencananya kami sekeluarga (bapak, ibu, adik Rafif dan aku) disuruh ikut semua, tapi setelah ngobrol ini itu dengan berbagai pertimbangan (disana panas dan pasti penuh sesak, kasihan adik Rafif nantinya) akhirnya hanya aku dan bapak saja yang ikut ke candi Borobudur.

Pukul 10:00WIB (lebih dikit) kita start dari Temanggung. Menuju ke arah Kranggan perjalanan masih lancar. Masuk ke Secang sampai Magelang mulai deh acara macetnya. Mau lewat jalur alternatif ke arah Magelang ternyata di tutup, jalur itu di buka untuk yang dari arah Magelang ke Temanggung saja. Yang tadinya 2 arah sekarang jadi 1 arah, untuk mengurangi kemacetan. Perjalanan ke candi Borobudur ternyata lumayan lama. Setelah masuk melewati gapura selamat datang area wisata candi ternyata ke tempat candi Borobudur masih lumayan jauh, ±20 menit. Kita masuk ke parkiran barat dan sudah disambut oleh pedagang yang menjajakan topi Chartwheel, Fedora dan Baseball cap (nama-nama topinya dikasih tahu sama bapak  😀 ). Saudaraku Aurel dan adiknya membeli Chartwheel, sementara aku dari rumah sudah bawa payung kecil dan Bucket hat summer & rain punya bapak.

bete tapi seneng. puanase pol.

bete tapi seneng. puanase pol.

Menaiki anak tangga menuju loket pembelian tiket (harga tiket: dibawah 10 tahun Rp 15.000, diatas 10 tahun Rp. 30.000), setelah itu jalan menuju ke arah candi. Sebenarnya ada 2 pilihan untuk menuju ke arah candi, jalan kaki atau dengan mobil kereta. Dan kita memilih jalan kaki saja, bareng rame-rame sama pengunjung yang lain. Dan benar seperti yang bapak perkirakan, area candi penuh sesak. Baik dari pengunjung yang mau naik juga dari pengunjung yang turun. Naik terus menuju stupa puncak yang paling besar dan…disana penuh sesak, jalan himpit-himpitan, nggak nyaman banget pokoknya. Istirahat beberapa saat lalu turun ke tingkat yang dibawahnya. ±1,5 jam kita berada di candi, kemudian turun himpit-himpitan lagi menuju parkiran dan pulang. Tidak lupa mampir ke pedagang penjual kaos gambar candi borobudur Rp 50.000 dapat 3pcs. Aku beli warna hitam, pink dan biru (yang biru buat ibu). Mama Aurel beli kaos banyak untuk oleh-oleh ke Bogor. Setelah bermacet-macet ria akhirnya maghrib kita sampai juga di rumah.

Terima kasih ya mama & ayah Aurel, sehat selalu dan rejeki lancar. Sampai ketemu lebaran berikutnya. 😀

Mendengarkan Dagelan Mataram Basiyo, Pelawak Kondang Dari Yogyakarta

Sebenarnya sudah lama rekaman dalam format mp3 Dagelan Mataram Basiyo ini didengarkan oleh bapak dan ibu, tapi saat itu (waktu masih di Bandung) aku belum begitu ngerti dengan bahasa Jawa. Meskipun bapak dan ibu waktu di Bandung dulu komunikasi pakai bahasa jawa, tapi kalau ngobrol sama aku kadang campur bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Karena aku belum begitu mengerti, baru sedikit yang aku tahu.

Sekarang, setelah lama tinggal di Temanggung (meskipun belum ada setahun) aku sudah mengerti banyak kosa kata bahasa jawa, tau arti dan maksudnya. Soalnya kalau di sekolah pada ngobrol pakai bahasa jawa, dan kalau ada kata yang nggak tahu aku tanya sama temanku.

nyomot mbah gugel

nyomot mbah gugel

Basiyo adalah seorang pelawak dari Yogyakarta dengan menggunakan bahasa Jawa. Lawakan Basiyo menjadi terkenal di daerah Jawa Tengah melalui siaran radio, televisi (TVRI), dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta. Basiyo lahir di Yogyakarta, pada 1916, meninggal pada 31 Agustus 1979 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Terban, Yogyakarta. Sepanjang kariernya sebagai komedian, Basiyo melahirkan lebih dari seratus judul karya dalam bentuk pita kaset dan data digital yang hingga kini masih dikenal sebagian masyarakat. Di antaranya yang cukup populer adalah mBecak dan Maling Kontrang-kantring. (wikipedia)

 

Dari semua dagelan mataram Basiyo dan kawan-kawan yang aku dengar, aku paling suka dengan judul Maling Kontrang Kantring. Benar-benar bikin ngakak, bapak saja yang sudah puluhan kali dengar tetap tertawa ngakak. Pokoknya Basiyo dan Darsono (kancil) selalu bikin ngakak. 😆

(Rombongan) Keluarga Dari Wonosari Menengok Adik Rafif

Hari senin kemarin tgl 1 Februari 2016 keluarga bapakku dari Wonosari Gunungkidul datang ke rumah untuk menengok adik Rafif. Bukan cuma keluarga saja, tapi para tetangga juga pada ikut. Kata ibu, mereka tiba di rumah sekitar pukul 10 pagi. Saat itu aku masih berada di sekolah. Rombongan yang datang ±25 orang. Rumahku yang kecil jadi penuh sesak. 😀

Rencana keluarga Wonosari mau datang ke Temanggung sebenarnya sudah lama, saat Rafif sudah lepas tali pusar dan bapak juga belom berangkat kerja lagi ke Bandung, tapi kata budhe disana juga lagi banyak acara kondangan dan terpaksa rencana diundur terus. Hari kamis tgl 28 Januari budhe Wonosari ngasih kabar lagi kalau mereka mau datang hari minggu tgl 31 Januari, tapi kebetulan hari itu keluarga Temanggung nggak ada di rumah, karena ada undangan pernikahan ke Continue reading

Pil Jamu Habis Bersalin Lengkap Istimewa Untuk Ibu Ku

Pil jamu habis bersalin inilah yang dipesan ibu sebelum bapak pulang dari bandung awal bulan ini. Kenapa nggak beli sendiri saja di Temanggung? kenapa harus dibawain dari Bandung? Ternyata eh ternyata…kata bapak, harga pil jamu habis bersalin ini di toko offline harganya lebih mahal (bahkan ada yang harus pesan dulu, tidak ready stok) sedangkan di toko online bisa dapat harga lebih murah dengan kualitas barang yang sama dan tidak sampai 1 minggu barang sudah diterima.

pil jamu cap potret njonja meneer

pil jamu cap potret njonja meneer

Kemasan dus dengan segel plastik. Dalam kemasan berisi pil jamu bersalin no.1,2,3,4 lengkap dengan pilis, tapel, parem dan minyak telon. Kata ibu beda dengan dulu waktu habis melahirkan aku, kalau dulu jamunya bentuk serbuk yang diseduh dengan air hangat kalau sekarang Continue reading

Alhamdulillah, Adik Ku Sudah Lahir

Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Terima kasih semuanya untuk doa dan bantuannya. Adik ku lahir dengan normal, ibu dan adik ku sehat.

Adik ku lahir pada tanggal 3 Januari 2015 pukul 23:30wib di rumah bersalin tempat bidan yang dulu juga membantu ibu saat melahirkan aku. Kata ibu berat bayi adik ku saat lahir sama dengan aku dulu yaitu 3,4kg.

Saat melahirkan kali ini, ibu tidak ditungguin bapak seperti saat melahirkan aku dulu. Saat bapak dalam perjalanan pulang ke Temanggung, ibu sudah berada di rumah bersalin karena sudah saatnya melahirkan. Tepat saat bapak sampai di rumah jam 5 pagi, ibu dan adik ku juga sama tiba dari rumah bersalin.

Adik ku cowok. Saat aku tanya bapak nanti mau dikasih nama siapa, kata bapak adik ku mau dikasih nama Rafif. Nama panjangnya? Aku juga belum dikasih tahu.

Sekali lagi puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih atas doa semuanya.

Posted from WordPress for BlackBerry.